Puncak Hari Indonesia Menabung, OJK Ajak Ciptakan Generasi Tangguh Finansial

  • 28 Agt 2026 00:00 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (OJK DIY) terus mendorong budaya menabung sejak dini untuk membangun generasi muda yang cerdas dalam mengelola keuangan dan siap merencanakan masa depan demi mewujudkan generasi yang mandiri, sejahtera, dan tangguh secara finansial. Upaya tersebut diwujudkan dalam penyelenggaraan Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 bersama 230 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Sleman di SRMA 19 Bantul (BBPPPKS Kementrian Sosial), Rabu, 26 Agustus 2026.

Kepala OJK DIY Eko Yunianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa menabung tidak hanya sekadar menyisihkan uang, melainkan merupakan langkah awal dalam membentuk kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat, disiplin, dan bertanggung jawab.

“Generasi muda merupakan penentu masa depan bangsa. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan finansial. Kebiasaan menabung sejak usia sekolah akan menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang mandiri, bertanggung jawab, dan sejahtera," katanya.

Eko menambahkan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, sementara inklusi keuangan mencapai 93,61 persen. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara akses dan pemahaman masyarakat terhadap manfaat serta risiko produk dan layanan keuangan.

"Edukasi keuangan bagi generasi muda perlu terus diperkuat agar mereka tidak hanya memiliki akses, tetapi juga mampu menggunakan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab serta tidak mudah tergiur investasi maupun pinjaman yang tidak jelas legalitasnya," ucapnya.

Sementara itu Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad dalam sambutannya menyambut baik kolaborasi dengan OJK dalam memperkuat literasi keuangan bagi generasi muda. Ia menekankan pentingnya penerapan nilai Gemi, Nastiti, lan Ngati-ati menjadi pegangan hidup generasi muda.

“Gemi ada dalam menabung, karena kita memilih menyisihkan uang sebelum habis untuk keinginan sesaat. Nastiti ada dalam menabung, karena kita belajar merencanakan untuk apa uang itu dikumpulkan, berapa lama, dan di mana tempat menyimpannya dengan aman. Ngati-ati, ada dalam menabung, karena tabungan menjadi bantalan ketika keadaan darurat dating,” ujarnya.

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul, Agus Ristanto menyampaikan apresiasi, atas dukungan OJK DIY dalam meningkatkan literasi keuangan para siswa melalui berbagai program edukasi.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada OJK yang telah memfasilitasi, mendampingi, dan mengedukasi anak-anak Sekolah Rakyat. Mereka datang ke sekolah dengan membawa mimpi besar untuk mengubah kehidupan dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya. Dengan menabung sedikit demi sedikit akan menjadi bekal yang bermanfaat untuk meraih cita-cita di masa depan," katanya, mengungkapkan.

Selanjutnya sebagai wujud komitmen industri jasa keuangan dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan, selama periode Mei sampai dengan 18 Agustus 2026, Pelaku Usaha Jasa Keuangan di DIY telah melaksanakan 381 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 26.284 peserta, serta mendorong 7.995 pembukaan rekening baru dengan nominal mencapai Rp7,7 miliar. Dari total kegiatan tersebut, 166 kegiatan ditujukan kepada segmen pelajar, mahasiswa, dan pemuda dengan jumlah peserta 14.540 orang, serta menghasilkan 5.277 pembukaan rekening baru dengan nominal mencapai Rp1,2 miliar.

Kegiatan Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 DIY diisi dengan berbagai aktivitas antara lain Lomba Rangking 1 untuk menguji pemahaman peserta mengenai literasi keuangan, Talk Show seputar pengelolaan keuangan dan pentingnya menabung sejak dini, penampilan bakat siswa Sekolah Rakyat, serta simbolisasi pembukaan rekening tabungan sebagai bentuk nyata peningkatan inklusi keuangan di kalangan pelajar.

Kegiatan ini dihadiri pimpinan Lembaga Jasa Keuangan di Wilayah DIY, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Daerah DIY dan Kabupaten/Kota di DIY, tenaga pengajar, dan menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan, industri perbankan serta praktisi konten kreatif, yaitu Pengawas Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK DIY Susana Diah Kusumaningrum, Branch Manager PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Yogyakarta Tri Yamiyanti serta content creator dan influencer Aditya Pratama. Para narasumber berbagi wawasan mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini, budaya menabung, pemanfaatan layanan keuangan secara bijak, serta kiat membangun masa depan yang lebih baik melalui perencanaan keuangan yang sehat.

Ke depan, OJK DIY akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha jasa keuangan, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas jangkauan program literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi generasi muda. Upaya tersebut diharapkan dapat membentuk masyarakat yang semakin cakap finansial, terlindungi dalam menggunakan produk dan layanan keuangan, serta mampu berkontribusi dalam mendorong kesejahteraan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....