OJK DIY Dorong Peningkatan Literasi Keuangan Pelajar dan Mahasiswa
- 16 Jul 2026 01:41 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mendorong upaya peningkatan literasi keuangan di kalangan pelajar dan mahasiswa. Langkah ini dilakukan menyusul masih lebarnya kesenjangan antara tingkat pemahaman dan penggunaan layanan keuangan.
Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, menyatakan, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan pada kelompok pelajar dan mahasiswa mencapai 61,76 persen, sedangkan indeks inklusinya mencapai 84,40 persen. Hal ini menurutnya menandakan bahwa masih banyak generasi muda yang telah menggunakan produk serta layanan jasa keuangan, tetapi belum memahami manfaat maupun risiko penggunaannya secara optimal.
“Masih ada celah antara indeks literasi dengan inklusi keuangan hampir 24 persen. Ini bermakna bahwa pelajar dan mahasiswa sudah menggunakan produk dan layanan jasa keuangan tapi belum memahami terkait dengan manfaat dan risikonya,” ucapnya, Senin, 13 Juli 2026.
Fenomena tersebut, lanjut Eko, menjadi tantangan serius terutama di era saat ini. Untuk itu, OJK DIY akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan jasa keuangan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
“Salah satunya dengan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang merupakan program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Bantul,” ujarnya.
Program tersebut bertujuan agar setiap pelajar di Indonesia memiliki rekening tabungan, sebagai langkah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Program KEJAR pun mendapat dukungan penuh dari Pemkab Bantul.
“Pemkab Bantul telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Bantul Nomor B/900.1.12/04459/PPSDA Tahun 2026. Ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam mencerdaskan generasi muda di bidang literasi dan inklusi keuangan yang merupakan hal mendasar bagi setiap individu,” ucapnya.
Selain itu, OJK DIY juga mengajak generasi muda untuk menerapkan gaya hidup hemat serta bijak dalam mengelola pengeluaran. Hal ini sejalan dengan pesan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
“Sri Sultan Hamengku Buwono X juga telah berpesan kepada masyarakat agar selalu menerapkan prinsip “gemi, nastiti, ngati-ati”, yang artinya masyarakat diharapkan selalu hidup hemat, sederhana, teliti, cermat, serta waspada dalam menggunakan dan mengelola keuangan,” ucapnya menambahkan.
Selain melalui berbagai kegiatan edukasi, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan literasi keuangan yang disediakan OJK melalui Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....