Efisiensi Anggaran hingga Naiknya Harga BBM, ini Pendapat Pakar Ekonomi

  • 22 Jun 2026 20:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pengurangan transfer anggaran dari pusat ke daerah, berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat. Sebagai contoh, DIY yang melakukan pengetatan belanja daerah akibat pengurangan dana transfer pada 2026.

Besarnya pengurangan dana transfer mencapai Rp 167 Miliar, termasuk pengurangan Dana Keistimewaan sebesar Rp 400 Miliar. Namun, Pakar Ekonomi UMY Profesor Imamudin Yuliardi melihat, dampak pengurangan dana transfer tidak merata.

Wilayah yang memiliki sektor swasta kuat, seperti di Pulau Jawa lebih mampu bertahan. Karena mempunyai berbagai sektor strategis sebagai penopang ekonomi daerah, misalkan seperti sektor pendidikan, kesehatan, jasa, hingga pariwisata.

”Sedangkan daerah yang mengandalkan program pemerintah, merasakan dampak yang lebih besar,” ucapnya. ”Misalkan sejumlah wilayah di Indonesia Timur, yang aktivitas ekonominya masih sangat bergantung pada intervensi pemerintah.”

Selain efisiensi anggaran, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Imamudin menilai, masyarakat saat ini cenderung mengalihkan pengeluaran pada kebutuhan yang lebih mendasar.

Kebutuhan seperti pendidikan dan kesehatan diperkirakan menjadi prioritas utama. Sementara, belanja untuk kebutuhan sekunder berpotensi mengalami penyesuaian.

”Ketika biaya hidup meningkat, masyarakat akan lebih berhati-hati dalam membelanjakan pendapatannya,” ucapnya. ”Pengeluaran lebih difokuskan pada kebutuhan yang paling penting.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....