Pertamina JBT: Dampak Kenaikan Harga Pertamax ke Warga Terbatas

  • 10 Jun 2026 12:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menilai dampak penyesuaian harga sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) terhadap masyarakat secara luas relatif sangat terbatas. Tercatat, mayoritas masyarakat di wilayah Jawa Bagian Tengah (Jawa Tengah-DIY) didominasi BBM subsidi.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan menjelaskan, penyesuaian harga yang berlaku saat ini hanya terjadi pada sebagian kecil produk yang dikonsumsi masyarakat. Tercatat hingga Juni 2026, mayoritas konsumsi BBM masyarakat di wilayah Jawa Bagian Tengah masih didominasi oleh produk subsidi dan penugasan yang tidak mengalami perubahan harga.

"Pada segmen gasoline, konsumsi Pertalite mencapai 73,3 persen dan Pertamax 25,9 persen, sementara Pertamax Turbo dan Pertamax Green secara total hanya sekitar 0,9 persen. Sedangkan pada segmen gasoil, konsumsi Biosolar mencapai 96,6 persen, sementara Dexlite dan Pertamina Dex secara total hanya sekitar 3,4 persen,” katanya, Rabu 10 Juni 2026.

Menurut Taufiq, dengan tingkat komposisi tersebut, maka produk-produk yang mengalami penyesuaian harga, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, hanya mencakup sekitar 1,7 persen dari total konsumsi BBM di wilayah Jawa Bagian Tengah. Sementara lebih dari 98 persen konsumsi BBM masyarakat berasal dari produk yang tidak mengalami penyesuaian harga, sehingga dampaknya terhadap masyarakat secara luas relatif sangat terbatas.

“Pertamina sebagai operator menjalankan penyesuaian harga BBM non-subsidi sesuai ketentuan pemerintah dan mekanisme yang berlaku, dengan tetap memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi energi bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Taufiq mengungkapkan, untuk memenuhi konsumsi masyarakat dipastikan stok BBM aman. Termasuk potensi migrasi konsumsi BBM masyarakat dari Pertamax ke Pertalite akan terus dievaluasi.

"Kita evaluasi berkala pasca penyesuaian harga. Stok aman banget di Rewulu dan di SPBU," katanya, menyampaikan.

Penyesuaian harga jual BBM non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green diputuskan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan, penyesuaian harga BBM non subsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi. Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” katanya, menjelaskan.

Pertamina Patra Niaga senantiasa berupaya menjaga ketersediaan dan kualitas produk BBM di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina,” ujarnya, mengungkapkan.

Pertalite dan BioSolar Tidak Naik

Dalam komitmennya melaksanakan tugas pendistribusian BBM Bersubsidi baik BBM jenis gasoline yaitu Pertalite dan BBM jenis gasoil yaitu Biosolar, Harga jual kedua produk bbm bersubsidi tersebut tetap dilayani dengan harga jual Pertalite Rp 10.000 / ltr dan Biosolar Rp 6.800 / ltr. Maka harga bbm bersubsidi tidak mengalami perubahan.

Daftar Harga BBM Retail Non Subsidi melalui SPBU per 10 Juni 2026:

Pertamax Series

  • Pertamax (RON 92): dari Rp 12.300/liter menjadi Rp 16.250/liter
  • Pertamax Green 95 (RON 95): dari Rp 12.900/liter menjadi Rp 17.000/liter.
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp 20.750/liter (tetap).

Dex Series

  • Dexlite (CN 51): Rp 23.000/liter. (tetap)
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp 24.800/liter. (tetap)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....