Sikapi Pelemahan Rupiah, ini Saran Pakar Komunikasi untuk Pemerintah
- 09 Jun 2026 15:28 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Nilai tukar rupiah saat ini, tembus di level Rp 18 ribu per dollar. Kondisi ini memunculkan berbagai dampak, seperti naiknya harga produk-produk impor, tekanan daya beli masyarakat, serta kepanikan publik.
Pakar Komunikasi UMY Dr. Fajar Junaedi berharap, pemerintah membangun komunikasi yang tepat, menyikapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar. Sebab, dalam situasi ekonomi yang tidak pasti, pemerintah harus menenangkan masyarakat.
”Komunikasi publik yang baik, perannya sama penting dengan kebijakan fiskal dan moneter,” ucapnya, Selasa, 9 Juni 2026. ”Maka, pemerintah harus menghadirkan komunikasi, untuk menenangkan masyarakat, bukan memperbesar ketidakpastian.”
Ia pun menjelaskan, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai dari ketegangan Geopolitik Timur Tengah penyebab naiknya harga minyak dunia, penguatan dolar AS, hingga faktor domestik seperti pembayaran utang luar negeri.
Juga pembagian dividen, kebutuhan ibadah haji, serta kekhawatiran investor terhadap belanja pemerintah yang ekspansif. Tanpa penjelasan yang baik dan transparan dari pemerintah, masyarakat akan lebih mudah terpengaruh oleh spekulasi yang berkembang.
”Sehingga dapat memicu berbagai respons negatif,” ucapnya. ”Seperti panic buying, penarikan dana secara massal, hingga penyebaran informasi yang tidak akurat melalui media sosial.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....