Inflasi DIY di Awal Tahun Terkendali
- 13 Feb 2026 20:26 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pertumbuhan ekonomi DIY pada Triwulan IV 2025, tertinggi di Pulau Jawa bahkan secara nasional. Sesuai rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhannya 5,94 persen yang lebih tinggi dari triwulan sebelumnya di kisaran 5,40 persen.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Sri Darmadi Sudibyo melihat secara keseluruhan di Tahun 2025, ekonomi DIY tumbuh akseleratif sebesar 5,49 persen. Sejalan dengan hal itu, inflasi DIY pada Januari 2026 masih terkendali.
”Pada periode Januari 2026, Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY secara bulanan mengalami deflasi sebesar 0,16 persen,” katanya dalam High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY bersama stakeholder terkait, Jumat, 13 Februari 2026.
Selain itu, ia juga menyampaikan pentingnya stabilisasi harga sejumlah komoditas pangan strategis menjelang Ramadan. Antara lain bawang merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras, yang seringkali muncul sebagai penyumbang inflasi di DIY.
Sri Darmadi juga menyebut beberapa faktor yang memengaruhi volatilitas harga pangan. Seperti fluktuasi produksi lokal, gejolak harga global, dan cuaca ekstrem yang berdampak pada kurang optimalnya hasil panen dan memicu kendala distribusi.
Di acara yang sama, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menegaskan, pengendalian inflasi merupakan fondasi vital stabilitas ekonomi dan sosial. Dalam konteks pangan, stabilitas harga menentukan rasa aman masyarakat terhadap kondisi perekonomian.
”Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, pola musiman menyebabkan tekanan permintaan dan potensi gejolak harga,” ucapnya. ”Sehingga dibutuhkan langkah-langkah mitigasi yang antisipatif dan terkoordinasi dalam mengantisipasi potensi lonjakan harga.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....