Pakar UMY: Redenominasi Ciptakan Efisiensi

  • 17 Nov 2025 00:48 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Pakar Ekonomi Regional UMY Agus Tri Basuki sepakat dengan rencana pemerintah, untuk melakukan redenominasi rupiah. Sebab, kebijakan itu sebagai langkah strategis jangka panjang demi efisiensi administrasi.

”Redenominasi hanya mengurangi jumlah angka nol pada nominal rupiah, tetapi tidak mengubah nilai riilnya,” kata Agus Tri Basuki secara tertulis, Senin (17/11/2025).

Ia memastikan, redenominasi bukan devaluasi. Ia mencontohkan, jika saat ini Rp1.000 bisa membeli satu roti, maka setelah redenominasi Rp1 pun nilainya sama dan bisa beli roti.

Manfaat redenominasi bukan bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat, melainkan menyederhanakan sistem keuangan dan administrasi agar lebih efisien. Namun, kebijakan ini tidak dapat dilakukan secara instan.

”Karena membutuhkan tahapan panjang yang bisa memakan waktu hingga satu dekade,” ucapnya.

Ia juga melihat, saat ini Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan empat tahapan strategis sebelum kebijakan redenominasi benar-benar diterapkan. Yaitu tahap persiapan, transisi, penarikan uang lama, dan evaluasi.

“Tahapan ini penting agar masyarakat tidak bingung dan stabilitas ekonomi tetap terjaga,” ujarnya. (r-ws/par)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....