Langkah Pemerintah Blokir Situs Judi Online Tidak Efektif

  • 29 Sep 2025 18:20 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Pakar Ekonomi Syariah UMY Satria Utama menilai, langkah pemerintah memblokir situs judi online, belum menjadi solusi efektif. Sebab, pendekatan itu belum diimbangi peningkatan literasi dan kesadaran ekonomi masyarakat.

”Masyarakat akan tetap mencari jalan lain untuk berjudi, karena permintaan judi online sangat besar, sehingga penawaran (supply) akan selalu ada,” kata Pakar Ekonomi Syariah UMY Satria Utama melalui pernyataan tertulis, Senin (29/9/2025).

Menurut Pakar Ekonomi Syariah UMY Satria Utama, judi online bukan hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut budaya ekonomi yang belum sehat. Pemerintah harus berani masuk ke edukasi masyarakat, bukan sekadar razia atau blokir situs.

Selain itu, Satria juga menyoroti perilaku konsumsi masyarakat yang cenderung tidak rasional, sehingga mereka semakin mudah terjebak dan menjadi kecanduan judi online. Salah satu contohnya adalah, tingginya konsumsi rokok.

Ada orang yang rela mengeluarkan uang untuk rokok, meski kebutuhan lain terbengkalai. Maka menurutnya, sangat wajar jika muncul penawaran judi online dengan iming-iming cepat kaya terasa lebih menggoda.

”Pola pikir inilah yang membuat masyarakat rentan dan mudah dimanfaatkan pihak tertentu,” katanya. (r-ws)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....