Jogja Food & Beverage Expo 2026, Etalase Inovasi Kuliner Resmi Dibuka di JEC

  • 08 Apr 2026 16:27 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Jogja Food & Beverage Expo 2026 resmi dibuka untuk umum selama empat hari, dibuka mulai hari ini, Rabu, 8 April 2026, di Jogja Expo Center (JEC). Penyelenggaraan Jogja Food & Beverage Expo 2026 digelar bersamaan dengan tiga pameran industri lainnya, Jogja Pack & Process Expo, Jogja All Tea Expo, dan Jogja Printing Expo 2026 yang semakin memperkaya ragam inovasi dan peluang bisnis bagi para pengunjun

Sebagai pameran makanan dan minuman terbesar di Jawa Tengah dan DIY, pameran yang diselenggarakan oleh Krista Exhibitions Group ini, kembali hadir untuk kedua kalinya di Yogyakarta, sekaligus membuka rangkaian pameran yang akan digelar tahun ini.

CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, menyampaikan, penyelenggaraan Jogja Food & Beverage Expo 2026 menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman di Yogyakarta. Tahun ini, pameran menghadirkan lebih dari 110 peserta, termasuk 30 UMKM terkurasi, dengan target 15.000 pengunjung.

Para peserta menampilkan produk mulai dari kuliner Nusantara, minuman inovatif, teh premium, teknologi pengemasan, hingga mesin pengolahan pangan. Diharapkan pameran ini menjadi etalase kekayaan kuliner nasional sekaligus ruang bagi pelaku usaha untuk berinovasi, beradaptasi, dan memperkuat kolaborasi di tengah perkembangan industri yang kian dinamis.

"Pameran ini sangat penting, karena di sini menampilkan mulai dari bahan makanan, minuman, mulai dari produk-produk makanan olahan, dan juga teknologi pengolahan makanan, serta teknologi pengemasan dan printing dihadirkan di Kota Yogyakarta untuk lebih meningkatkan mutu dan kualitas roduk dari industri makanan minuman. Termasuk dari UMKM maupun dari industri makanan minuman menengah besar," katanya.

Keempat pameran yang berlangsung pada 8–11 April 2026, menghadirkan sinergi lintas sektor yang saling melengkapi mulai dari makanan dan minuman, teknologi pengolahan dan pengemasan, industri teh, hingga percetakan yang seluruhnya menciptakan ekosistem terpadu bagi pelaku industri untuk memperkuat jaringan, memperluas pasar, serta mendorong percepatan inovasi.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad mengapresiasi kembali digelarnya pameran di DIY ini. Menurutnya, Jogja Food and Beverage Expo ini memiliki peran yang sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, khususnya di bidang food dan beverage yang menjadi salah satu kekuatan utama DIY.

"Kegiatan ini menjadi kesempatan penting untuk semakin mendekatkan diri dengan konsumen, memahami kebutuhan, selera, dan tren pasar adalah kunci dalam menghadapi persaingan industri yang semakin dinamis. Interaksi langsung dengan konsumen akan memberikan nilai tambah bagi pengembangan produk dan peningkatan kualitas layanan," katanya.

Gubernur menekankan, terkait peran penting brand lokal dan upaya mendorong brand lokal agar semakin dikenal luas dan dipercaya, serta semakin kompetitif di industri food dan beverage. Dengan inovasi, meningkatkan kualitas, serta pemanfaatan teknologi digital, ia meyakini, produk unggulan lokal di Yogyakarta mampu menjadi kebanggaan tidak hanya untuk pelaku usaha, tetapi sekaligus menembus pasar global.

"Saya berharap Jogja Food and Beverage Expo 2026 ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta dan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem industri food dan beverage di Yogyakarta," ujarnya.

Rangkaian program unggulan tahun ini disiapkan untuk memperkuat ekosistem industri makanan dan minuman melalui kegiatan edukatif dan demonstrasi profesional. Pada panggung utama, Cooking & Baking Demo menghadirkan chef dan brand ternama, termasuk sesi yang paling dinantikan bersama Chef Achen (Rose Brand). Untuk mendorong kreativitas generasi muda dan komunitas kuliner.

Bakat Boga Challenge 2026 menghadirkan para chef, pecinta kuliner, dan talenta muda dari seluruh Indonesia untuk merayakan dan mengangkat kekayaan kuliner Nusantara. Berkolaborasi dengan ACP Indonesia, kompetisi ini menampilkan tujuh kategori kuliner warisan Indonesia Traditional Jajanan Pasar, Modern Jajanan Pasar, Dress the Cake, Chiffon Cake, Nasi Tumpeng, Nasi Goreng, dan Mie Godhog Jawa. Melalui kompetisi ini, para peserta didorong untuk menampilkan kreativitas terbaik sekaligus melestarikan cita rasa dan keaslian kuliner Indonesia agar semakin dikenal dan diapresiasi di tingkat nasional maupun internasional.

Pengunjung Jogja Food and Beverage Expo 2026. (Foto: RRI/Dyan Parwanto)

Salah satu pengunjung pameran, Elvian mengaku sengaja datang dari Solo, Jawa Tengah ke DIY untuk melihat secara langsung Jogja Food and Beverage 2026. Menurutnya, selain tertarik melihat aneka kuliner yang dijajakan, ia juga ingin melihat tren kuliner saat ini.

"Selain dekat, juga banyak beberapa tenant-tenant yang pengen saya kunjungin juga sih. Terus ini juga mau cari beberapa ingredients-ingredients buat nanti experience di kedai kopi saya seperti itu," katanya, mengungkapkan.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan & Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman menyatakan, makanan dan minuman merupakan industri yang sangat berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Pihaknya mencatat, kontribusi industri makan minuman di Indonesia itu dari total PDB mencapai 7 persen lebih dan dari industri nonmigas mencapai 40,3 persen, dan pertumbuhan tahun lalu 6,38 persen jauh di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang 5,11 persen.

Adhi mengakui, industri makanan minuman tidak luput dari berbagai tantangan global yang dirasakan tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia. Menurutnya, dampak perang Iran-Israel sangat luar biasa.

"Tantangan yang sangat besar sekali, oleh sebab itu melalui berbagai kegiatan seperti pameran kali ini di mana kita ingin menghidupkan atau mendorong agar ketergantungan industri terhadap global semakin kecil. Sehingga kita bisa menentukan ekonomi di Indonesia dengan melalui berbagai kegiatan-kegiatan seperti ini dan juga tentunya pameran seperti ini bisa menjadi ajang bertukar informasi, bertukar dan mengembangkan inovasi untuk kita terus bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, apalagi ini dibarengi dengan pameran yang lainnya," katanya, menjelaskan.

Pada event ini juga digelar program Business Matching sebagai platform strategis bagi pelaku industri makanan dan minuman untuk membangun jejaring, menjajaki kerja sama, dan membuka peluang bisnis dengan exhibitor maupun buyer potensial. Melalui kombinasi edukasi, kompetisi, dan kolaborasi bisnis, rangkaian program ini diharapkan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dari sektor kopi, ICAB ROC Competition dan Jogja ROC Competition merupakan kompetisi roasting yang kembali digelar untuk memperkuat ekosistem industri kopi di Yogyakarta. Kedua ajang ini menjadi platform bagi para roaster untuk menampilkan kembali keahlian dalam mengolah biji kopi melalui teknik sangrai yang presisi dan berkarakter. Dengan melibatkan komunitas, brand kopi, serta pelaku industri, kompetisi ini tidak hanya menghadirkan persaingan profesional, tetapi juga membuka ruang edukasi dan kolaborasi yang mendorong peningkatan kualitas serta pengembangan talenta baru di industri kopi nasional.

Sementara itu, sektor teh diperkuat oleh program edukatif Dewan Teh Indonesia kembali hadir melalui Tea Talks dan Tea Class untuk meningkatkan wawasan pelaku usaha teh, pegiat kuliner, pecinta teh, generasi muda yang ingin mengembangkan kompetensi dan memasuki industri teh.

Tahun ini menghadirkan dua kelas utama: “The Science Behind Tea Flavouring”, yang membahas dasar-dasar ilmu perisa teh bersama Certified Professional, dan “Natural & Sugar Free Milk Tea”, kelas praktis meracik milk tea dari susu murni tanpa gula. Kedua sesi ini mempertegas komitmen Dewan Teh Indonesia dalam mendorong kompetensi dan kreativitas komunitas teh nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....