Rakercab & Forbiscab BPC HIPMI Kota Yogyakarta Perkuat Konsolidasi dan Investasi

  • 15 Agt 2026 20:20 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Yogyakarta menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) dan Forum Bisnis Cabang (FORBISCAB) BPC HIPMI Kota Yogyakarta 2026 di Grha Budaya Embung Giwangan, Kota Yogyakarta, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Mengusung tema “Lokal Mumpuni, Ngrambah Nagari”, kegiatan ini menjadi momentum bagi BPC HIPMI Kota Yogyakarta untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas ruang kolaborasi antara pengusaha muda, pemerintah, investor, dan berbagai mitra strategis.

Rangkaian kegiatan RAKERCAB dan FORBISCAB 2026 mempertemukan agenda organisasi dan agenda bisnis dalam satu forum. RAKERCAB menjadi ruang konsolidasi serta penyusunan arah kerja organisasi BPC HIPMI Kota Yogyakarta periode 2025–2028, sementara FORBISCAB menghadirkan ruang interaksi yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk membangun koneksi, mendapatkan masukan, memperluas jejaring, hingga membuka peluang investasi dan kemitraan.

Business Plan Competition dan Jogja Investment Arena Jadi Agenda Utama

Salah satu fokus utama dalam rangkaian FORBISCAB 2026 adalah Business Plan Competition dan Jogja Investment Arena, yang menjadi ruang bagi para pelaku usaha dan pengusaha muda untuk mempresentasikan gagasan serta model bisnis mereka di hadapan panel dan calon investor. Kedua agenda tersebut diikuti oleh lebih dari 50 peserta pitching yang membawa berbagai ide, model, dan potensi bisnis. Melalui mekanisme pitching, peserta tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan bisnisnya, tetapi juga memperoleh masukan, membangun koneksi, serta membuka peluang pendanaan dan kemitraan strategis.

Khusus Jogja Investment Arena, agenda ini menjadi bentuk kolaborasi BPC HIPMI Kota Yogyakarta bersama Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Nusantara Investment Network (NIN), Asosiasi Pengusaha Kreatif Jaya (APKJ), serta Meet The Investor. Kolaborasi tersebut mempertemukan pelaku usaha dengan ekosistem investasi dalam sebuah forum yang diharapkan mampu memperluas akses pendanaan berbasis investasi bagi bisnis-bisnis potensial di Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas PMPTSP Kota Yogyakarta, Budi Santosa menyampaikan, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha adalah kunci. Pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memberikan kemudahan layanan, sementara dunia usaha menjadi motor penggerak investasi, inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Meet The Investor dan Kepala Bidang Investasi & Green Economy APKJ, M. Rizky Pratama menilai, Jogja Investment Arena menjadi langkah baru dalam mempertemukan pelaku usaha dengan akses investasi. Diharapkan kolaborasi ini semakin mendukung perkembangan dunia usaha di Kota Yogyakarta.

“Jogja Investment Arena ini merupakan langkah baru untuk temen-temen HIPMI Jogja yang berkolaborasi dengan Meet The Investors by Asosiasi Pengusaha Kreatif Jaya (APKJ), event yang menarik sebagai wadah untuk pelaku usaha mendapatkan pendanaan (investment) bukan pembiayaan, dengan adanya investasi yang masuk, harapannya dunia usaha di wilayah Kota Yogyakarta dapat berkembang semakin maju lagi dan ekonomi daerah semakin tumbuh," ucapnya.

Hal senada disampaikan Arifin Wicaksono atau biasa disapa Wicak, Ketua Nusantara Investment Network, yang melihat Jogja Investment Arena sebagai ruang strategis untuk mempertemukan pengusaha muda dengan investor. Menurutnya, Jogja Investment Arena adalah acara luar biasa yang mempertemukan semangat parabpebisnis muda yang brilian dengan keterbukaan para investor yang begitu antusias.

"Kami berharap acara semacam ini dapat terus diselenggarakan secara berkala untuk menumbuhkan ekosistem bisnis dan investasi di Indonesia," ucapnya, menyebutkan.

RAKERCAB: Memperkuat Arah Organisasi

Di sisi lain, RAKERCAB menjadi bagian penting dalam konsolidasi internal BPC HIPMI Kota Yogyakarta. Agenda ini membahas evaluasi serta penyusunan arah kerja organisasi untuk periode 2025–2028.

Rangkaian persidangan meliputi pengesahan peserta, penetapan jadwal dan tata tertib, pemilihan pimpinan sidang, arahan program umum, laporan proyeksi program kerja, hingga sidang komisi yang membahas berbagai bidang strategis organisasi dan pembangunan ekonomi.

Sejumlah bidang yang menjadi pembahasan antara lain organisasi dan kaderisasi, keuangan dan perencanaan pembangunan, perindustrian dan perdagangan, BUMN dan BUMD, pariwisata dan ekonomi kreatif, UMKM dan kewirausahaan, investasi dan hubungan internasional, pendidikan, riset dan inovasi, hingga pemuda dan olahraga. Rangkaian RAKERCAB juga mencakup Launching Beasiswa BPC HIPMI Kota Yogyakarta.

FORBISCAB: Dari Pertemuan Menuju Kolaborasi

FORBISCAB 2026 melengkapi agenda organisasi dengan menghadirkan ruang yang lebih terbuka bagi pengusaha, pemerintah, investor, dan calon mitra strategis. Selain Business Plan Competition dan Jogja Investment Arena, rangkaian FORBISCAB mencakup Final Business Plan Competition, Forum Bisnis (Talk Show), Workshop , Jogja Investment Arena, yang kemudian dilanjutkan dengan awarding dan penutupan.

Ketua Umum BPC HIPMI Kota Yogyakarta, Syaiful Uyun, menegaskan bahwa tema “Lokal Mumpuni, Ngrambah Nagari” merupakan semangat untuk mendorong pengusaha muda agar tidak berhenti pada keberhasilan di pasar lokal, tetapi berani membangun jejaring, mencari akses investasi, berkolaborasi, dan memperluas pasar.

Sementara itu, Ketua Organizing Committee RAKERCAB & FORBISCAB BPC HIPMI Kota Yogyakarta, Leonita Agustina berharap, seluruh rangkaian kegiatan dapat menghasilkan koneksi dan kolaborasi yang berkelanjutan, bukan sekadar berhenti pada kegiatan seremonial. Melalui penyelenggaraan RAKERCAB dan FORBISCAB 2026, BPC HIPMI Kota Yogyakarta ingin menegaskan bahwa potensi lokal membutuhkan kapasitas, kualitas, inovasi, serta keberanian untuk berkembang.

Jogja bukanlah batas. Jogja adalah titik berangkat untuk membangun bisnis yang lebih kuat, memperluas jaringan, dan membawa potensi lokal menuju pasar yang lebih luas.

“Kita boleh lahir dan tumbuh dari Jogja. Tetapi mimpi kita tidak boleh berhenti di Jogja," ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....