Produk Fashion Jadi Andalan Ekspor DIY

  • 17 Jan 2026 13:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Industri pengolahan masih mendominasi struktur ekspor Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Andil dari industri tersebut, mencapai 98,65 persen dari nilai ekspor pada tahun 2025 sebesar US$ 46,02 juta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Herum Fajarwati menyebut, ekspor hasil industri pengolahan didominasi pakaian bukan rajutan dan aksesorisnya. Pangsa pasarnya 29,86 persen pada Desember 2025.

Sedangkan di pakaian rajutan dan aksesorisnya, menyumbang 20,21 persen dari total ekspor. Lalu, barang dari kulit mencatat kinerja positif dengan pangsa pasar 12,52 persen.

Secara kumulatif, total nilai ekspor DIY sepanjang Januari–November 2025 meningkat 3,86 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekspor tersebut hampir sepenuhnya ditopang oleh sektor Industri Pengolahan.

”Kontribusinya sebesar 99,09 persen, terhadap total ekspor DIY,” kata Herum Fajarwati, Sabtu 17 Januari 2026. ”Negara tujuan ekspor meliputi Amerika Serikat, Jerman dan Jepang.”

Nilai ekspor ke Amerika Serikat sebesar US$221,87 juta. Untuk komoditas ekspornya didominasi pakaian bukan rajutan dan aksesorisnya, barang dari kulit samak, serta pakaian rajutan dan aksesorisnya.

Kemudian ekspor ke Jerman mencapai US$56,00 juta, berupa pakaian bukan rajutan dan aksesorisnya, pakaian rajutan dan aksesorisnya, serta gula dan kembang gula. sedangkan ekspor ke Jepang, tercatat sebesar US$36,80 juta.

”Komoditas utama ekspor ke Jepang berupa pakaian bukan rajutan dan aksesorisnya, pakaian rajutan dan aksesorisnya, serta perabotan, lampu, dan alat penerangan.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....