Arsjad KADIN: Perdagangan Global Tak Selalu Adil
- 20 Des 2025 10:49 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Ketimpangan perdagangan dan tekanan persaingan akibat derasnya produk asing, menjadi tantangan struktural yang dihadapi pelaku UMKM. Kondisi ini, memunculkan kekhawatiran karena produk impor dinilai lebih kompetitif.
Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia Arsjad Rasjid mengakui, ketimpangan tersebut merupakan realitas global yang tidak dapat dihindari. Namun, kondisi itu tidak seharusnya menjadi alasan bagi pelaku UMKM untuk berhenti berinovasi.
| Baca juga: Indonesia Punya Potensi Ekspor Produk Unggas |
”Struktur perdagangan global memang tidak selalu adil. Tetapi pengusaha memang harus terus berusaha. Kalau berhenti, ya tidak akan ke mana-mana,” katanya, Sabtu (20/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa produk asing umumnya masuk dengan dukungan ekosistem yang matang, efisiensi tinggi, dan skala besar. Sehingga, memahami realitas struktural tersebut justru penting untuk merumuskan strategi bertahan yang tepat.
”Bukan sekadar menyalahkan kondisi eksternal. Ketimpangan perdagangan tidak bisa diselesaikan hanya dengan keluhan atau perlindungan jangka pendek,” ucapnya.
Dalam jangka panjang, daya tahan pelaku usaha sangat ditentukan oleh kapasitas internal. Terutama kemampuan berinovasi, melakukan diferensiasi produk, serta kejelasan nilai yang ditawarkan kepada konsumen di pasar. (r-ws/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....