Nilai Impor DIY Naik
- 05 Des 2025 21:15 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Total nilai impor DIY hingga Oktober 2025 sebesar US$144,81 juta. Angka tersebut naik 5,77 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan ini didominasi impor bahan baku, yang memberi andil 89,10 persen terhadap kenaikan total impor. Hal ini konsisten dengan struktur industri pengolahan DIY yang banyak bergantung pada bahan baku tekstil.
Statistisi Utama BPS DIY Sentot Bangun Widoyono melihat, secara tahunan impor pada bulan Oktober turun tipis 0,39 persen, menjadi US$15,25 juta. Terutama disebabkan penurunan nilai impor dari bahan baku.
Namun menurutnya, beberapa komoditas impor justru menunjukkan pertumbuhan. Seperti kain rajutan dan kain tekstil dialpisi atau dilaminasi sedangkan impor komoditas filamen buatan mengalami penurunan.
| Baca juga: Ekspor DIY Tumbuh Positif |
”Tiongkok masih menjadi negara asal utama impor dengan nilai US$56,22 juta, diikuti Hongkong dengan nilai impor US$27,28 juta dan Amerika Serikat dengan nilai impor US$24,13 juta.,” katanya, Jumat (5/12/2025).
Komoditas yang diimpor dari Tiongkok antara lain yaitu kain rajutan, kain tekstil dilapisi atau dilaminasi, serta kapas. Sedangkan komoditas yang diimpor dari Hongkong seperti kain rajutan, kain kempa, benang khusus, benang pintal, serta kain tenunan.
Untuk komoditas yang diimpor dari Amerika Serikat cukup berbeda, yaitu kereta api, trem dan bagiannya. Kemudian mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya, juga mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya. (r-ws/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....