Ekspor DIY Tumbuh Positif

  • 21 Jun 2026 13:18 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kinerja ekspor DIY awal tahun 2026, terlihat tumbuh positif. Hingga April 2026, neraca perdagangan DIY sebesar US$ 156,12 juta, meningkat US$ 45,67 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih menyebut sektor industri pengolahan masih jadi penopang kinerja ekspor daerah. Selama periode bulan Januari–April 2026, nilai ekspor DIY mencapai US$ 206,83 juta.

”Atau meningkat sebesar 17,54 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sekitar US$ 175,97 juta,” katanya, Minggu, 21 Juni 2026. ”Pertumbuhan itu, hampir seluruhnya disumbang sektor industri pengolahan, dengan kontribusi sebesar 99,06 persen terhadap total ekspor DIY.”

Secara bulanan, nilai ekspor April 2026 mencapai US$68,86 juta, meningkat 77,33 persen dibandingkan April 2025. Kenaikan itu didorong peningkatan ekspor sektor industri pengolahan yang tumbuh 76,35 persen secara tahunan.

Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 99,08 persen terhadap total ekspor DIY pada April 2026,” ucapnya. ”Komoditas ekspor DIY masih didominasi produk manufaktur.

Selama Januari–April 2026, pakaian dan aksesorinya bukan rajutan, menjadi komoditas utama dengan peran sebesar 30,93 persen dari total ekspor. Komoditas penting lainnya adalah pakaian dan aksesoris rajutan, plastik dan barang dari plastik, barang dari kulit samak, serta perabotan, lampu, dan alat penerangan.

Dari sisi pasar tujuan, Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan utama ekspor DIY dengan nilai mencapai US$91,05 juta atau 44,02 persen dari total ekspor. Posisi berikutnya ditempati Australia dengan nilai ekspor US$27,68 juta dan Jerman sebesar US$17,68 juta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....