Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam di Jalan Ibu Ruswo Melonjak Berkali Lipat

  • 06 Jul 2026 16:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Momentum libur sekolah dan menjelang tahun ajaran baru, geliat masyarakat untuk berburu seragam sekolah mulai terjadi di sejumlah toko seragam di Yogyakarta. Salah satunya di pusat perlengkapan sekolah di jalan Ibu Ruswo, Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Deretan toko yang berada di timur Alun-alun Utara siang ini, Senin, 6 Juli 2026 nampak padat dikunjungi orang tua untuk keperluan seragam sekolah. Dari pantauan RRI, arus kendaraan di jalan tersebut terpantau ramai lancar.

Sri Rahayu, salah satu pramuniaga toko Afira mengatakan, omzet penjualan melonjak signifikan jika dibandingkan hari biasa. Dijelaskannya, rata-rata yang dicari saat ini merupakan seragam untuk sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

"lumayan, jadi kurang lebih ya bisa 95 persen, seratus persen daripada yang biasanya. Kebanyakan beli setelan, sehari setelan banyak (lebih dari 50 pasang)," katanya.

Sri menyebutkan, momen peningkatan pembelian seragam baru rutin terjadi setiap tahunnya. Terutama bagi siswa yang masuk tahun ajaran baru atau naik ke jenjang yang lebih tinggi.

Meski masuk sekolah tahun ajaran baru 2026/2027 masih cukup lama, tetapi diungkapkan Sri, tren pembelian memang diambil jauh sebelum anak-anak kembali bersekolah. Disamping persiapan lebih nyaman, juga dikhawatirkan persediaan seragam semakin menipis.

"Karena takutnya mereka kan kehabisan stok barang, kalau umpamanya umpamanya tiga hari menjelang hari mau masuk, mereka cari barang kan susah, tinggal sisa-sisa. Mending sekarang kan, kalau sekarang kan ready-nya sudah banyak, mereka bisa ada pilihan, kalau enggak ada di toko sini, toko sana, sana, sana kan masih ada pilihan," ucapnya.

Sri menyebutkan, Untuk harga satu setel seragam sekolah dibanderol bervariasi tergantung ukuran, yakni berkisar antara Rp135.000 untuk tingkat SD hingga Rp150.000 untuk tingkat SMP. Sementara untuk tingkat SMA dipastikan tidak sampai menyentuh angka Rp200.000 per setel.

Terkait penyesuaian harga lanjut Sri, diakui ada peningkatan. Tetapi menurutnya, kenaikan harga ini bukan demi meraup untung di tengah tingginya permintaan, melainkan imbas dari naiknya harga bahan baku kain di pasaran.

"Naiknya itu dikarenakan memang kain sekarang mahal. Jadi per meternya itu naiknya Rp3.000, Rp2.000, otomatis kan kita jadi ya ikut naik, tapi kemudian kita juga ada diskon," katanya, melanjutkan.

Sementara salah satu pramuniaga lainnya, Dika mengakui, omzet penjualan menjelang anak masuk sekolah ini sangat tinggi. Bahkan diungkapkannya, penjualan bisa berkali-kali lipat jika dibandingkan hari biasa.

"sehari itu bisa minimal, kurang lebih Rp10 juta atau Rp15 juta kurang lebih. Kalau sebelumnya mungkin enggak nyampai, kalau yang hari biasa Rp2 juta, Rp1 juta paling kalau hari-hari biasa, itu paling ramai-ramainya," ujarnya, mengungkapkan.

Selain penjualan offline, peningkatan omzet juga terjadi pada penjualan online, meski saat ini masih didominasi untuk penjualan offline di toko. Pembeli seragam sekolah di Toko pertama dari sisi Barat ini mengungkapkan tidak hanya dari dalam daerah, tetapi juga banyak pembeli dari luar DIY, seperti Jakarta karena harganya yang mampu bersaing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....