Kisah Rusmiyanti Seniwati Kethoprak Sleman yang Setia Rawat Budaya

  • 27 Agt 2026 11:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, YOGYAKARTA — Ungkapan Jawa witing tresna jalaran saka kulina yang berarti rasa cinta tumbuh karena terbiasa menggambarkan perjalanan hidup Rusmiyanti, seniwati kethoprak senior asal Kaliabu, Banyuraden, Gamping, Sleman. Bermula dari kegemarannya menonton pertunjukan di sekitar tempat tinggalnya, keinginan untuk belajar seni tradisi pun tumbuh.

Keinginan Rusmiyanti mendalami seni pertunjukan makin menguat saat keluarganya sering menyaksikan pertunjukan kethoprak kampung maupun pertunjukan komersial (tobong).

"Orang tua saya dulu penggemar kethoprak. Tiba-tiba muncul keinginan saya untuk belajar. Saat ada grup kethoprak asal Jawa Timur pentas di dekat rumah, saya makin intens belajar dan langsung terlibat dalam pementasan," katanya saat ditemui di Sleman.

Seiring berjalannya waktu, Rusmiyanti banyak berkenalan dan menimba ilmu dari para seniman senior Yogyakarta, seperti Miyanta, Bagong Sutrisno, M. Sugiyarto, Basuki Supriyatman, Tuminten, Bayu Sugati, Riyatminingsih, Budiyati, Dalijo, hingga Angger Sukisno.

Perempuan yang sehari-hari bertugas sebagai tenaga medis di salah satu rumah sakit ternama di Yogyakarta ini juga dipercaya terlibat dalam persiapan Festival Kethoprak DIY bersama Komunitas Kethoprak Sleman (KKS).

"Dari beliau semua, saya mendapat tambahan ilmu dan dorongan semangat untuk menekuni seni tradisi ini," ucapnya.

Kemampuan Rusmiyanti makin dikenal luas oleh masyarakat. Undangan tampil mengalir dari dalam maupun luar kota, baik bersama kelompok maupun sebagai pemain tamu. Beberapa kelompok kethoprak yang kerap diperkuatnya antara lain PS Bayu Gito Gati dan Kethoprak Mataram Keluarga Kesenian Jawa RRI Yogyakarta.

"Belajar itu tidak ada batasnya. Di samping itu, saya mempunyai kewajiban untuk ikut melestarikan dan mengembangkan seni tradisi ini kepada anak-anak muda," ujarnya.

Seniwati yang kini aktif dalam kepengurusan KKS di bawah kepemimpinan Sugiman Dwi Nurseto ini berharap seni pertunjukan tradisi tetap lestari dan berkembang mengikuti zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai luhur budayanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....