Lestarikan Tradisi, 56 Sukerto Ikuti Ruwatan Massal Gratis
- 03 Jul 2026 13:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta-Sebanyak 56 peserta sukerto (orang yang menurut tradisi Jawa perlu diruwat untuk membuang sial) mengikuti prosesi Ruwatan Massal Murwakala yang digelar oleh Woro Moro Entertainment. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar secara gratis tanpa dipungut biaya sama sekali sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian adat dan budaya Jawa. Ruwatan Massal Murwakala di laksanakan di Kuliner Jogja Barat (KBJ) Jl Ringroad Gamping sleman Kamis 2 Juli 2026.
Pimpinan Woro Moro Entertainment sekaligus pelaku budaya tradisi, R.Ngt. Adhyas Woro, menegaskan komitmennya untuk terus memegang teguh dan melestarikan warisan leluhur."Kegiatan ini sudah kesekian kalinya kami adakan. Saya berkeinginan sekali membantu orang-orang Sukerto melalui ikut Ruwatan Massal Murwakala ini," ujar perempuan yang akrab disapa Bunda Woro tersebut.
Prosesi ruwatan dipimpin langsung oleh R.Ngt. Adhyas Woro bersama Bopo Tuwuh Bachroni, dengan dipandu oleh pranatacara (pembawa acara) Dalijo Angkring. Suasana sakral begitu terasa sepanjang prosesi pembersihan diri para peserta yang diiringi dari Paguyuban Karawitan Ngudi laras dari Kulonprogo pimpinan Ki Samidi.

Tak berhenti di situ, setelah prosesi ruwatan selesai, acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Dalang Ki Guntoro Sugati tampil memukau membawakan lakon (cerita) "Lampahan Durgo Ruwat", yang sarat akan makna filosofis penyucian dan keselamatan.
Kegiatan seni dan budaya ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala RRI Yogyakarta, Drs. Taufan Pamungkas Marhaendra Jaya, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik konsistensi R.Ngt. Adhyas Woro dalam menjaga eksistensi budaya Jawa.
- Edukasi Generasi Muda: Acara ini dinilai sangat positif untuk mengenalkan makna dan filosofi mendalam dari tradisi Ruwatan kepada generasi muda.
- Komitmen RRI: RRI menegaskan akan selalu mengakomodir dan mendukung penuh kegiatan komunitas atau masyarakat dalam bidang seni, budaya, dan tradisi melalui siaran-siaran RRI yang multiplatform.
Melalui sinergi ini, diharapkan kearifan lokal yang adiluhung dapat semakin dikenal luas oleh masyarakat modern dan tetap lestari melintasi zaman.

Bagi masyarakat modern, Ruwatan Massal bukan lagi sekadar hal mistis, melainkan memiliki esensi, Ruwatan sebagai Psikoterapi: Memberikan ketenangan batin bagi peserta agar melepaskan trauma atau kecemasan masa lalu dan memulai hidup baru dengan positif.
Gotong royong dan sosial membantu sesama yang kurang mampu agar tetap bisa menjalankan tradisi leluhur tanpa terbebani biaya. Pelestarian Budaya: Menjadi magnet wisata budaya sekaligus edukasi bagi generasi muda agar tidak lupa pada akar budayanya sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....