Gelar Parade Koes Plus, Woro Moro Entertainment Rawat Budaya Jogja
- 02 Jun 2026 07:38 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta--Musik bukan sekadar bunyi yang mengalun lalu hilang diterpa angin. Bagi bangsa ini, musik adalah garis lurus yang menghubungkan masa lalu, hari ini, dan masa depan. Di antara ribuan harmoni yang pernah lahir di tanah Nusantara, ada satu nama yang bukan lagi sekadar nama grup musik, melainkan sebuah warisan budaya: Koes Plus.
Suasana meriah dan penuh nostalgia menyelimuti kawasan Kuliner Jogja Barat (KJB) / Kontraktor Syariah Indonesia (KSI), Jl. Ringroad Barat, Gamping Kidul, Ambarketawang. Ratusan penggemar fanatik band legendaris Koes Plus berkumpul dan bersuka ria dalam gelaran Parade Band Koes Plus yang diinisiasi oleh Woro Moro Entertainment Sabtu 30 Mei 2026.
Acara ini sukses menjadi magnet bagi para pencinta musik lawas. Sebanyak 10 band Koes Plus yang bernaung di bawah Jogja Koes Plus Community (JKPC) tampil bergantian membawakan tembang-tembang hits yang melegenda dan sangat mengena di hati masyarakat. Alunan musik yang khas sukses membuat para hadirin tak tahan untuk ikut berjoget dan bernyanyi bersama, menciptakan atmosfer kebersamaan yang luar biasa. Sebanyak 10 band pelestari tampil bergantian menyuguhkan performa terbaik mereka, membuat para penggemar yang memadati area KJB/KSI tak berhenti bergembira.
Berikut adalah 10 band pelestari yang sukses menghentak panggung, Free Plus Band, Green Plus Band, Band B Plus, Band Jago Plus, Band Family Plus, JAS Plus Band, Bayu and Friend Band, Union Band, Tama Band, Home Band (Jago Band).
Tidak hanya menyajikan nostalgia musik, acara ini terasa begitu hidup dan segar berkat kehadiran deretan seniman humor kondang Yogyakarta yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). Kehadiran Aldo, Ari Purnomo, Novi Kalur, Dalijo, dan Trinil berhasil mengocok perut penonton dengan guyonan khas mereka, membuat suasana parade semakin gayeng dan menyegarkan.
Selain musik dan komedi, panggung acara juga dimeriahkan oleh penampilan seni tari yang dibawakan dengan apik oleh anak-anak dan remaja putri, menambah warna tradisi di dalam acara modern-nostalgik ini. Kegiatan ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari berbagai pihak, salah satunya dari KSI (Kontraktor Syariah Indonesia) selaku mitra pengembangan tempat acara. Direktur KSI, Yoyok, menyatakan rasa bangganya bisa terlibat langsung dalam kegiatan ini. "Kami sangat senang bisa ikut serta melestarikan budaya lokal melalui acara ini, sekaligus sebagai bentuk nyata dukungan kami terhadap Keistimewaan Yogyakarta," ujar Yoyok.
Apresiasi senada juga datang dari para tokoh dan pendiri JKPC. Ketua JKPC, Hery Mumu, bersama Wowo Sastro selaku pencetus sekaligus penasehat JKPC, tampak hadir dan menyaksikan langsung jalannya acara dari awal hingga usai. "Senang sekali acara ini bisa terselenggara dengan begitu apik, rapi, dan meriah," puji Wowo Sastro.
Pimpinan Woro Moro Entertainment, R. Ngt. Adhyas Woro, menegaskan bahwa komitmennya terhadap pelestarian budaya tidak hanya berhenti pada musik Koes Plus semata. Sebagai sesama pelaku seni, ia merasa memiliki tanggung jawab moral yang besar. "Bagi kami, ini adalah sebuah keharusan. Saya pribadi merasa sangat dekat dengan para seniman karena saya sendiri adalah seorang seniman. Jadi, pelestarian ini memang wajib kita lakukan," kata R. Ngt. Adhyas Woro.
Ia juga menambahkan bahwa Woro Moro Entertainment aktif menggarap berbagai lini budaya Jawa lainnya. "Kami tidak hanya melestarikan lagu-lagu Koes Plus. Segala bentuk budaya dan adat tradisi juga kami jalankan, mulai dari prosesi Ruwatan, upacara tradisional, hingga menggelar pagelaran wayang kulit dan seni tari," katanya.
Parade ini menjadi bukti nyata bahwa musik Koes Plus dan kekayaan budaya lokal tidak pernah lekang oleh waktu, serta terus hidup subur di hati masyarakat Yogyakarta melalui kolaborasi komunitas, pengusaha, dan para seniman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....