Rutin Digelar, Kirab Suran Mbah Demang Jadi Warisan Budaya Tak Benda Asal Sleman

  • 25 Jun 2026 13:14 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman –Tradisi Kirab Suran Mbah Demang di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Sleman. Tradisi yang digelar setiap memasuki bulan Sura ini bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sejak 2016.

Upacara adat yang berpusat di halaman Kantor Kalurahan Banyuraden tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Ki Demang Cokrodikromo. Tokoh ini dikenal memiliki peran penting dalam sejarah spiritual dan kehidupan sosial masyarakat Banyuraden.

Kirab budaya menjadi bagian utama dalam perayaan ini. Berbagai elemen budaya ditampilkan. Mulai dari barisan Bregada Keprajuritan tradisional, atraksi kesenian rakyat, gunungan hasil bumi, hingga arak-arakan ogoh-ogoh yang menarik perhatian masyarakat.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan penetapan Kirab Suran Mbah Demang sebagai WBTB menunjukkan nilai penting tradisi tersebut bagi pelestarian budaya daerah. Selain itu, kegiatan ini juga telah masuk dalam kalender event kebudayaan resmi Kabupaten Sleman.

Menurut Danang, tradisi Suran Mbah Demang mengandung nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Ki Demang Cokrodikromo. Tokoh tersebut dikenal memiliki sikap welas asih dan menjunjung tinggi penghormatan kepada tamu tanpa membedakan latar belakang.

Bentuk penghormatan itu diwujudkan melalui suguhan air minum dalam kendi ijem serta hidangan sekul gudhangan dengan lauk ketan tholo yang dibungkus daun pisang.

Danang menilai upacara adat Suran Mbah Demang tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga sarana untuk menjaga nilai spiritual, sosial, dan budaya masyarakat. Tradisi ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi warga sekaligus menumbuhkan rasa memiliki generasi muda terhadap budaya Jawa.

“Selain sebagai sarana hiburan, acara ini terbukti ampuh mempererat tali silaturahmi sekaligus memantik rasa kepemilikan (handarbeni) generasi muda terhadap budaya Jawa dan lingkungan sekitar. Salah satunya adalah komitmen menjaga kelestarian Sumur Petilasan Mbah Demang agar terus mengalirkan air bagi kemaslahatan warga,” kata Danang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....