Filosofi Tolak Bala di Balik Uniknya Boneka Kirab Saparan Bekakak

  • 18 Jul 2026 12:17 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — Ritual adat Saparan Bekakak di Ambarketawang, Gamping, Sleman, selalu berhasil menyedot perhatian ribuan pasang mata Jumat 17 Juli 2026., di depan Kuliner Jogja Barat Sop Mbah Semar Jl. Ringroad Gamping Sleman yang dipadati pengunjung. Di balik kemeriahan parade budayanya, terdapat nilai sejarah mendalam yang disimbolkan melalui kehadiran karakter-karakter boneka yang sangat spesifik dan sarat makna spiritual.

Berbeda dengan karnaval biasa, maskot utama dalam Kirab Bekakak ini adalah dua buah boneka tiruan pengantin pria dan wanita. Keduanya didandani dengan pakaian pengantin tradisional gaya Yogyakarta atau Surakarta, dengan keunikan khusus: bagian dalam boneka diisi dengan cairan gula merah.

Kedua boneka pengantin tersebut merupakan visualisasi dari sosok Kyai Wirasuta dan Nyai Wirasuta, sepasang suami istri yang menurut sejarah setempat merupakan abdi dalem setia Sri Sultan Hamengku Buwono I. Cairan gula merah di dalam boneka ini nantinya akan mengalir keluar saat prosesi penyembelihan (prahara) bekakak, menyimbolkan darah manusia.

Tak hanya sosok pengantin, kirab ini juga dimeriahkan dengan arak-arakan boneka raksasa berwujud makhluk halus mistis, seperti Genderuwo dan Wewe Gombel. Kehadiran karakter-karakter menyeramkan ini bukan tanpa alasan. Bersama dengan boneka Kyai dan Nyai Wirasuta, mereka berfungsi sebagai sarana ritual.

Keunikan visual dari boneka pengantin dan makhluk mistis ini menjadi magnet luar biasa bagi para pemburu visual. Sepanjang rute kirab, ribuan penonton tampak sibuk mengarahkan kamera ponsel maupun kamera profesional mereka untuk mengabadikan momen langka ini lewat foto dan video.(Foto:RRI/Titik)

Pembersihan Energi Negatif: Menyucikan wilayah sekitar demi memohon keselamatan dan kemakmuran seluruh masyarakat. Demi mendukung kesakralan dan kemeriahan ini, setiap padukuhan di wilayah Gamping secara gotong royo PP AQng membuat bermacam-macam patung dan boneka kreatif untuk melengkapi barisan kirab.

Keunikan visual dari boneka pengantin dan makhluk mistis ini menjadi magnet luar biasa bagi para pemburu visual. Sepanjang 5rute kirab, ribuan penonton tampak sibuk mengarahkan kamera ponsel maupun kamera profesional mereka untuk mengabadikan momen langka ini lewat foto dan video.

Sensasi luar biasa dirasakan oleh Asti, seorang wisatawan asal Sukabumi, Jawa Barat. Ia yang kebetulan sedang berlibur di rumah saudaranya di kawasan Gamping mengaku sangat beruntung bisa menyaksikan ritual legendaris ini secara langsung. "Senang sekali rasanya bisa melihat langsung Kirab Bekakak ini. Unik dan magis banget! Saya tidak mau kehilangan momen, jadi dari tadi sibuk ambil foto dan video terus buat kenang-kenangan," ujar Asti.

Di balik megahnya boneka-boneka raksasa yang berparade, ada pundak-pundak pemuda tangguh yang rela bersimbah keringat. Mengangkat boneka berukuran besar di sepanjang rute kirab membutuhkan tenaga ekstra dan kerja sama tim yang solid.

Ridwan, salah seorang pemuda asli Gamping, mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam bagian krusial ini. "Senang sekali tahun ini bisa ikut ambil bagian langsung bersama teman-teman untuk mengangkat boneka-boneka yang dikirab. Capek pasti, tapi rasa bangganya luar biasa karena bisa ikut melestarikan tradisi tanah kelahiran kami," kata Ridwan penuh semangat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....