Dongkrak Ekonomi Warga, Saparan Bekakak Tahun Ini Tetap Berlangsung Meriah

  • 18 Jul 2026 09:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — Kemeriahan dan antusiasme tinggi menyelimuti kawasan Gamping, Sleman, pada Jumat 17 Juli 2026 di sepanjang pinggiran Kuliner Jogja Barat Jl. Ringroad Gamping Sleman. Ribuan warga dari berbagai daerah memadati sepanjang jalan untuk menyaksikan jalannya Kirab Saparan Bekakak, sebuah tradisi adat budaya yang rutin digelar turun-temurun setiap tahunnya.

Karnaval budaya ini diikuti oleh perwakilan dari masing-masing padukuhan dengan penuh totalitas. Peserta kirab tampak mengarak berbagai macam ubarampe (perlengkapan ritual, red), gunungan berisi hasil bumi dan buah-buahan lokal, hingga kreasi seni ogoh-ogoh yang megah. Alunan musik gamelan yang bertalu-talu di sepanjang rute kirab semakin menambah sakral sekaligus semaraknya suasana sore itu.

Daya tarik Kirab Bekakak tahun ini tidak lepas dari keterlibatan peserta yang datang dari berbagai kelompok usia. Dari anak-anak hingga orang tua, semuanya membaur mengenakan pakaian adat yang memukau.

Daya tarik Kirab Bekakak tahun ini tidak lepas dari keterlibatan peserta yang datang dari berbagai kelompok usia. Dari anak-anak hingga orang tua. (Foto:RRI/Titik)

Kehadiran peserta muda ini menuai apresiasi dari para penonton. Anita, salah seorang warga Gamping yang setia menonton jalannya acara dari awal hingga akhir, mengaku sangat terkesan. "Senang sekali lihat kirabnya dan saya ikuti sampai habis. Apalagi ada peserta yang seusia saya ikut kirab dengan kostum yang bagus-bagus. Keren banget," ujar Anita penuh antusias.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sutrisno, warga Mejing. Ia sengaja datang memboyong keluarganya demi misi edukasi budaya. "Ya, saya ajak cucu saya lihat Kirab Bekakak ini. Tujuannya biar mereka tahu dan mengenal tradisi ini, karena ini kan adat yang sudah dilakukan turun-temurun, jadi harus tetap lestari," kata Sutrisno.

Selain menjadi magnet budaya, event Saparan Bekakak ini juga terbukti menjadi pemicu perputaran ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat setempat. Ratusan pelaku UMKM tampak memadati sisi-sisi jalan penonton untuk menjajakan dagangannya. Kuliner Jogja barat di padati juga beberapa Pelaku UMKM dibawah binaan R.Ngt Adhyas Woro yang menjajagan dagangannya. Bunda Woro Sapaan akrab pimpinan Woro Moro Entertainmen menyampaikan bahwa pelaku UMKM di beri kesempatan berjualan di depan Kuliner Jogja Barat agar ikut menikmati kemeriahan kirab selain itu bisa mendongkrak ekonomi warga.

“Saya selalu mendukung kegiatan budaya seperti korab bekakak kali ini agar di daerah mejing ini warganya juga bisa unjuk kebolehan membuat boneka-boneka yang diperlukan untuk kirab. Kirab sukses dan UMKM pun juga ikut laris, itulah sinergi yang diperlukan untuk saat ini budaya maju ekonomi meningkat,” ujar Adhyas Woro

Bagi para pedagang, momen tahunan ini menjadi ladang rezeki yang selalu dinanti-nanti. Surati, warga Senuka, Sleman, mengekspresikan rasa syukurnya karena dagangannya laku keras diserbu penonton kirab. "Senang sekali, laris banyak yang beli jualan sosis bakar dan sempol saya. Event Saparan dan Kirab Bekakak ini memang selalu jadi momen buat mengais rezeki," ungkap Surati dengan wajah sumringah.

Tradisi Saparan Bekakak Gamping tidak sekadar menjadi ritual penghormatan terhadap leluhur, melainkan telah menjelma menjadi pesta rakyat yang sukses menyatukan kebersamaan warga, merawat kelestarian budaya, sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....