Ribuan Warga Ikuti Tapa Bisu Mubeng Beteng di Kawasan Keraton Yogyakarta
- 18 Jun 2026 09:26 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ribuan masyarakat memadati kawasan Keraton Yogyakarta untuk mengikuti tradisi Tapa Bisu Mubeng Beteng dalam rangka menyambut pergantian Tahun Jawa. Tradisi tahunan ini menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya Jawa yang masih terus dijaga hingga saat ini.
Sejak malam hari, para peserta telah berkumpul bersama para abdi dalem di lingkungan keraton sebelum prosesi dimulai. Suasana berlangsung khusyuk dan penuh ketenangan karena seluruh peserta mempersiapkan diri untuk mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib.
Tepat pada tengah malam, rombongan mulai berjalan mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta dengan rute yang telah ditentukan. Perjalanan ini menempuh jarak sekitar 5 kilometer dengan arah berlawanan jarum jam mengelilingi kawasan keraton.
Selama prosesi berlangsung, seluruh peserta diwajibkan menjaga keheningan tanpa berbicara sepatah kata pun, yang dikenal sebagai Tapa Bisu. Tradisi ini dimaknai sebagai bentuk introspeksi diri atas perjalanan hidup selama satu tahun terakhir.
Selain memiliki makna spiritual, Tapa Bisu Mubeng Beteng juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai budaya Jawa serta mempererat hubungan masyarakat dengan warisan leluhur. Banyak peserta yang datang dari luar daerah karena ingin merasakan langsung pengalaman budaya khas Yogyakarta tersebut.
Salah satu peserta, Abiyasa dari Madiun, mengaku tertarik mengikuti tradisi ini setelah melihat unggahan di media sosial. “Saya penasaran dengan pelaksanaan Mubeng Beteng yang viral di media sosial. Kebetulan saya sedang di Yogyakarta, jadi saya ingin merasakan suasana khidmat ini,” ujarnya.
Pelaksanaan Mubeng Beteng juga melibatkan para abdi dalem Keraton Yogyakarta yang berperan menjaga kelancaran prosesi budaya tersebut. Kehadiran abdi dalem menjadi simbol penting dalam menjaga kelestarian tradisi agar tetap terjaga sepanjang masa.
Tradisi Lampah Budaya Mubeng Beteng telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Pengakuan ini semakin memperkuat upaya pelestarian budaya Jawa agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
Antusiasme ribuan peserta menunjukkan bahwa Tapa Bisu Mubeng Beteng masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Tradisi ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan spiritual, sosial, dan budaya. (Gilang Kinantyo)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....