Gramm Hotel Dorong Seniman Muda lewat Pameran Tunggal
- 23 Mei 2026 16:46 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Gramm Hotel by Ambarrukmo kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran lukisan karya seniman muda asal Yogyakarta, Tico Tedja. Pameran tunggal tersebut menjadi bagian dari komitmen hotel dalam mendukung perkembangan seniman muda sekaligus menghadirkan suasana artistik bagi para tamu hotel.
Cluster General Manager Gramm Hotel dan Porta by Ambarrukmo, Aris Retnowati, mengatakan program pameran seni tersebut telah berjalan sejak 2022. Awalnya, hotel membuka ruang pamer sebagai bentuk dukungan terhadap seniman yang kesulitan mendapatkan tempat berkarya pada masa pandemi ketika banyak galeri seni tutup.
“Kami ingin membantu para seniman agar tetap punya ruang untuk berpameran,” ujarnya saat ditemui, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurutnya, pihak hotel bahkan menyiapkan panel dan pencahayaan khusus agar karya yang dipamerkan tetap memiliki kualitas tampilan layaknya galeri profesional. Sejak pertama kali digelar, puluhan pameran telah berlangsung di area hotel dengan melibatkan berbagai seniman dari Yogyakarta maupun luar daerah.
Retnowati menjelaskan, selama ini Gramm Hotel lebih sering bekerja sama dengan pelukis senior seperti Nasirun, Dianing Greni, hingga Astuti Kusumo. Namun, pihaknya juga ingin memberi ruang kepada seniman muda potensial yang sedang berkembang di Yogyakarta.
“Kami ingin anak-anak muda juga punya kesempatan menunjukkan karya mereka,” katanya.
Pemilihan Tico Tedja sebagai seniman yang menggelar pameran tunggal disebut bukan tanpa alasan. Selain aktif mengikuti berbagai pameran seni, karya Tico dinilai memiliki karakter kuat dengan gaya Neo Expressionism yang ekspresif dan penuh warna. Aris menyebut karya Tico bahkan sudah dikenal hingga luar negeri seperti Singapura dan Eropa.
Tico Tedja sendiri mengaku memilih genre Neo Expressionism karena memberikan kebebasan penuh dalam mengekspresikan ide dan emosinya melalui warna serta bentuk yang tidak beraturan.
“Genre ini membuat saya bebas meluapkan referensi dan isi pikiran saya,” ucapnya.

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta tersebut mulai serius menekuni dunia seni lukis sejak 2023. Meski demikian, ketertarikannya terhadap seni sebenarnya sudah tumbuh sejak masa sekolah dasar. Ia mengaku gaya visual yang digunakan saat ini bahkan telah terbentuk sejak kecil.
Menurut Tico, inspirasi karyanya banyak berasal dari kehidupan sehari-hari hingga referensi musik. Salah satu karya yang terinspirasi dari lagu Dark World milik Kendrick Lamar mencoba menggambarkan kemungkinan hidup sang musisi jika tidak menjadi rapper dan justru terjebak dalam lingkungan kriminalitas.
“Saya suka membayangkan cerita lain dari sesuatu yang saya dengar atau lihat,” ujarnya.
Pameran tunggal Tico Tedja di Gramm Hotel dijadwalkan berlangsung hingga 30 Juni mendatang. Setelah itu, hotel akan kembali menghadirkan pameran dari sejumlah pelukis senior sebagai bagian dari rangkaian menuju ulang tahun ke-9 Gramm Hotel pada Juli mendatang.

Selain pameran seni, Gramm Hotel juga menyiapkan sejumlah kegiatan lain seperti turnamen padel, fun run, gowes bersama komunitas sepeda, hingga corporate gathering sebagai bentuk apresiasi kepada para tamu dan mitra hotel. Aris menilai kombinasi seni dan kegiatan komunitas mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung hotel.
Retnowati berharap semakin banyak seniman muda berani menunjukkan karya dan potensinya kepada publik. Menurutnya, anak muda tidak perlu merasa minder bersaing dengan seniman senior selama terus berkarya dan mengembangkan kemampuan.
“Kalau punya potensi dan terus berkreasi, anak muda juga bisa sukses sampai luar negeri,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....