Lagu Tradisional Jawa Budaya Lokal Yogyakarta

  • 16 Mei 2026 16:23 WIB
  •  Yogyakarta

RRI, CO.ID, Yogyakarta – Programa 4 RRI Yogyakarta mempunyai program siaran suara budaya nusantara budaya lokal Yogyakarta. Program siaran untuk edisi hari Sabtu, 16 Mei 2026 dengan tema lagu tradisional di Jawa.

Suara budaya nusantara budaya lokal Yogyakarta mengenalkan lagu-lagu tradisional di Yogyakarta dan sekitarnya. Salah satu kebudayaan di Indonesia adalah lagu-lagu daerah dan menjadi ciri khas suatu daerah adalah dengan aneka ragam lagu daerah.

Pengertian lagu daerah adalah jenis lagu tradisional yang berasal dari bahasa daerah di suatu daerah. Lagu daerah sering dinyanyikan pada tradisi-tradisi di daerah tersebut.

Pada programa siaran suara budaya nusantara dipandu oleh Gilang Sutowiyoso. Siaran Programa 4 RRI Yogyakarta edisi hari Sabtu di siaran budaya lokal Yogyakarta dimulai pukul 13.00-14.00 WIB.

Pendengar radio dari Programa 4 RRI Yogyakarta bernama Tupar dari Kulon Progo mengatakan lagu tradisional antara lain, Gambang Suling, Suwe Ora Jamu, Ilir-ilir, Turi-turi Putih yang mengandung filosofi tinggi.

Slamet Papua mengatakan yang simpel lagu jawa suwe ora jamu. Suwe ora jamu adalah lagu yang menceritakan tentang perjumpaan kembali teman atau saudara setelah sekian lama tidak saling bertemu.

Pada siaran budaya nusantara budaya lokal Yogyakarta juga memutarkan lagu padang bulan. Lagu padang bulan merupakan lagu dolanan yang memiliki lirik yang sederhana. Lagu padang bulan ini juga mengandung nilai budaya dan pesan moral.

Selain itu, lagu padang bulan masih sering dinyanyikan oleh anak-anak saat bermain bersama. Lagu ini masih lestari dan diwariskan secara turun menurun.

Pendengar Programa 4 bernama Susmi mengirimkan pesan dan mengatakan lagu tradisional Riuri Njang anjang Widadari, Cublak-cublak Suweng dan Gundul-gundul Pacul.

Lagu dari Nguri-uri memiliki lirik lagu riuri riuri njang anjang widodari. Celeret tibo umpluk. Keblekuk kembange opo. Nguri-uri artinya gatekno. Widodari artinya anjang-anjang widodari gegayuan kang luhur.

Gading mengatakan lagu Jamuran, Cublak-cublak Suweng dan Ilir-ilir. Mbah Mulyo mengatakan lagu Ilir-ilir dan Cublak-cublak Suweng. Sedangkan Ki Kumbokarno mengatakan lagu tradisional Geblek Kulon Progo.

Lagu tradisional dengan Bahasa Jawa lainnya adalah tembang Dolanan Pitik Tukung. Lagu ini menjadi lagu yang sering dinyanyikan orang tua kepada anak-anak mereka.

Lagu Pitik Tukung memiliki lirik sederhana dengan Bahasa Jawa yang mengisahkan tentang seekor ayam (pitik) tanpa ekor disebut tukung. Makna dari Pitik Tukung menggambarkan kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai kearifan lokal yang sering disampaikan turun temurun.

Di dalam program siaran budaya lokal RRI Yogyakarta mengajak masyarakat untuk mengenal lagu-lagu tradisional. Lagu tradisional menjadi budaya suatu daerah dan memiliki makna dari setiap lirik-lirik lagu dengan menggunakan Bahasa Jawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....