Menabung Jadi Kebiasaan Penting Bagi Gen Z

  • 06 Okt 2026 12:37 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menabung sering dianggap sebagai kebiasaan yang sulit dilakukan, terutama ketika kebutuhan dan keinginan terus bertambah. Di tengah gaya hidup yang semakin dinamis, sebagian orang cenderung memilih menikmati penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dan kesenangan saat ini dengan prinsip “yang penting happy”. Padahal, menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin dapat membantu mempersiapkan kebutuhan finansial pada masa mendatang.

Kebiasaan menabung sebenarnya tidak harus dimulai dengan nominal besar. Menyisihkan uang dalam jumlah kecil secara konsisten dapat menjadi langkah awal untuk membangun pola pengelolaan keuangan yang lebih teratur. Seiring waktu, dana yang terkumpul dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu maupun sebagai cadangan ketika menghadapi kondisi yang tidak terduga.

Selain membantu mengumpulkan dana, menabung juga dapat meningkatkan kesadaran seseorang dalam mengelola pendapatan. Dengan membiasakan diri menyisihkan uang terlebih dahulu, seseorang dapat lebih mudah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Pola tersebut membuat penggunaan uang menjadi lebih terencana dan tidak seluruh pendapatan habis untuk memenuhi kebutuhan konsumtif.

Bagi Generasi Z atau Gen Z, kebiasaan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perkembangan gaya hidup dan tren konsumsi. Keinginan untuk mencoba kuliner baru, berkumpul bersama teman, berbelanja, hingga membeli produk yang sedang populer merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari. Namun, berbagai pengeluaran tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial agar tidak menimbulkan persoalan keuangan di kemudian hari.

Psikolog Intan Erlita mengatakan, menabung tidak harus dimaknai sebagai upaya menghilangkan kesenangan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, seseorang tetap dapat memberikan penghargaan kepada diri sendiri selama dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan. “Jadi menabung membuat kita sadar bahwa self reward-nya tetap berjalan, juga tidak lupa kesadaran bahwa finansial kita juga tetap terjaga,” kata Intan Erlita.

Pembagian pendapatan menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan persiapan masa depan. Uang dapat dialokasikan untuk kebutuhan utama, keinginan, self reward, serta tabungan sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing. “Kita tetap boleh menikmati hasil kerja, tetapi perlu mengetahui batas agar kesenangan hari ini tidak mengganggu kondisi finansial di kemudian hari,” ujarnya.

Dengan demikian, menabung tidak selalu identik dengan mengurangi seluruh bentuk kesenangan. Kebiasaan tersebut lebih berkaitan dengan kemampuan mengatur prioritas dan membangun disiplin finansial secara bertahap. Jika dilakukan secara konsisten, menyisihkan uang dalam jumlah kecil sekalipun dapat menjadi fondasi untuk membangun kondisi keuangan yang lebih terencana, baik untuk memenuhi kebutuhan saat ini maupun menghadapi kebutuhan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....