Menciptakan Kedamaian Mulai dari Rumah

  • 01 Okt 2026 13:45 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta, - Kedamaian bisa dimulai dari lingkup terkecil yaitu rumah dan dapat menjadi bagian dari ikhtiar setiap insan, guna membangun Indonesia damai. Berinvestasi pada perdamaian untuk semua, di manapun, dalam setiap kehidupan sehari-hari. Sejatinya perdamaian itu tentunya sangat dekat dengan lingkungan sendiri yaitu keluarga.

Menurut Prof.Dr.Hj.Casmini,S.Ag,M.Si selaku Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, saat menjadi narasumber program Kita Indonesia di Pro1 RRI Yogyakarta, mengatakan bagaimana menciptakan rasa damai dalam keluarga, cara berbicara kepada pasangan, bagaimana mendengarkan anak, menghormati perbedaan, dan dalam menyelesaikan persoalan di dalam rumah masing-masing.

”Tema Hari Internasional tahun 2026 adalah Investing in Peace for Everyone, Everywhere, Everyday, Berinvestasi pada perdamaian untuk semua, di manapun dan setiap hari,” kata Casmini.

Tentunya investasi ini dapat dimulai dari rumah masing-masing, misalnya melalui perhatian, melalui keteladanan atau dialog dalam keluarga . Perdamaian itu bukan sekedar ketiadaan konflik, tetapi perdamaian itu merupakan kemampuan diri untuk hidup bersama secara aman , bermartabat, dan saling menghargai termasuk ketika terjadi perbedaan.

Ketika berada dirumah dan berpengaruh dalam kehidupan, baik keluarga, di dalam sosial dan bernegara. Jadi memaknai perdamaian ini bukan sekedar ketiadaan konflik, maka tentunya ada rasa aman secara fisik, secara emosional ataupun sosial bahkan spiritual .

Lebih lanjut, Casmini menambahkan mengapa perdamaian itu dimulai dari rumah ? Tentunya karena rumah itu adalah ruang pertama tempat manusia belajar tentang hubungan, kemudian batas-batas yang secara etis membangun kepercayaan di dalam rumah dan ada cara menghadapi perbedaan.

“Menurut saya sebuah perdamaian itu dimulai dari rumah, diawali rumah sebagai tempat paling pertama belajar mengenal rasa kasih, rasa sayang, ada aturan-aturan, kenyamanan, rasa aman semuanya berawal dari rumah,” ujar Casmini.

Selanjutnya ada internalisasi nilai yang dibangun di dalam rumah. Maka rumah sebagai ruang pembelajaran yang pertama. Kedua Perdamaian dimulai dari rumah itu maknanya. Ketiga rumah sebagai laboratorium sosial, bahwa kebiasaan di rumah itu akan dibawa ke luar, di sekolah bahkan sampai ke Masyarakat.

Terakhir yang ke-empat ruang perdamaian dimulai dari rumah, maknanya adalah sumber ketahanan, resiliensi. Maksudnya adalah ketika relasi yang sehat antara satu anggota keluarga ke anggota yang lain, dapat saling membantu antar anggota keluarga.

Oleh karenanya keluarga bukanlah satu-satunya penentu perdamaian, tetapi keluarga merupakan sebuah pondasi penting bagi terbentuknya manusia yang mampu hidup bersama. Diri pribadi dapat merasakan damai bahagia, tapi ekspresi kedamaian itu bisa dirasakan oleh orang yang berada di sekitarnya.

keluarga yang besar itu adalah kita Indonesia, ini sebagai tempat pertama untuk belajar hidup bersama . Keluarga kecil adalah sekolah pertama untuk mengenal empati dan ruang pertama untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan dipenuhi oleh nilai-nilai kedamaian.

Damai dimulai dari rumah, memiliki makna rumah itu untuk pulang, melampaui sekedar struktur fisik berupa dinding ataupun atap, tetapi pulang ke rumah berarti kembali ke titik di mana tidak perlu ada kerpura-puraan. Tempat di mana merasa melepaskan lelah dan rapuh, dan ketidaksempurnaan yang diterima dan bisa menyelesaikan segala perbedaan dengan santun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....