BNPB Berkolaborasi dengan Sektor Energi dan Pentaheliks di ADEXCO 2026

  • 21 Agt 2026 09:09 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, JAKARTA – Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan internasional, untuk menciptakan sistem kebencanaan yang inovatif, mandiri dan berkelanjutan. Pertemuan itu dikemas dalam kegiatan Asia Disaster Management & Civil Protection Expo (ADEXCO) 2026, di Jakarta mulai tanggal 9-12 September mendatang.

Acara yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini, menjadi rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series. Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati menyampaikan,ADEXCO 2026 bukan sekadar pameran produk dan peralatan teknologi kebencanaan.

”Namun, kegiatan ini sebuah ruang kolaboratif yang mempertemukan unsur pentaheliks,” katanya melalui pernyataan tertulis, Kamis, 20 Agustus 2026. ”Bencana butuh ekosistem industri untuk menyediakan peralatan fisik, data, teknologi, inovasi pembiayaan, hingga tata kelola yang dapat diterapkan dari hulu ke hilir.”

Pelaksanaan ADEXCO 2026 mencakup berbagai rangkaian kegiatan yang menarik. Antara lain Pameran produk & teknologi indoor/outdoor; ⁠Global Forum for Sustainable Resilience; ⁠Special Session & Resilience & Response Hub; ⁠Onsite Podcast & Program Edukasi dan ⁠Run for Charity.

BNPB kata Raditya juga memastikan, kegiatan ini berdampak strategis dari hulu ke hilir. Sebab, lembaga tersebut telah melakukan pertemuan dan menjajaki kolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pertemuan tersebut untuk membahas integrasi sektor energi dan pertambangan dengan perspektif Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Termasuk juga dengan mitigasi risiko kebencanaan industri, geofisika pertambangan, hingga pemulihan pascabencana.

Menuju puncak penyelenggaraan pada September 2026, BNPB bersama mitra telah membangun ruang dialog berkesinambungan sebagai fondasi kesiapsiagaan. Antara lain Seminar Nasional Kebencanaan tanggal 29 April 2026, yang membahas kemandirian inovasi teknologi dan industrialisasi kebencanaan.

Kemudian rangkaian NGOBAR (Ngobrol Pintar Bareng BNPB), yaitu diskusi publik yang mengangkat isu-isu krusial seperti Bukan Sekadar Sinyal (komunikasi bencana). Dibahas pula Lompatan Teknologi Drone, Membangun Kembali Hunian Pascabencana, hingga Orkestrasi Tata Kelola Bencana Berkelanjutan.

Selain itu diskusi tentang Pembelajaran Ketangguhan di Yogyakarta: Mengangkat pengalaman 20 tahun pascagempa bumi Jogja. Kegiatan itu menghadirkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai contoh pembelajaran praktik baik resiliensi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....