Olahan Barakuda Dorong Potensi UMKM Warga Bantul

  • 18 Sep 2026 08:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul - Alih Teknologi Informasi (ATI) pengolahan hasil perikanan berbasis ikan barakuda digelar di wilayah Sambeng 3 RT 05, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan inovasi pengolahan ikan kepada masyarakat sekaligus mendorong terciptanya produk pangan bernilai ekonomi.

Dalam kegiatan itu, masyarakat mendapatkan pembelajaran secara langsung mengenai cara mengolah ikan barakuda yang kaya protein menjadi produk makanan dengan nilai jual lebih tinggi. Dua produk yang diperkenalkan yakni pangsit goreng dan otak-otak, yang diolah dengan memperhatikan cita rasa, kandungan gizi, serta potensi pengembangannya sebagai produk usaha rumahan.

Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar, S.Ag., bersama masyarakat Poncosari mengikuti Alih Teknologi Informasi (ATI) pengolahan ikan barakuda menjadi produk bernilai ekonomi. (Foto: Minni Gunawan)

Kegiatan tersebut melibatkan Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) DIY. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan langkah strategis yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan komoditas perikanan menjadi produk olahan yang lebih beragam.

Minni Gunawan, SE, influencer sekaligus praktisi di Dislautkan DIY, mengatakan inovasi pengolahan ikan barakuda menjadi pangsit goreng dan otak-otak dapat menjadi alternatif menu keluarga. Menurutnya, produk tersebut tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk unggulan berbasis ikan.

Minni Gunawan, SE., influencer sekaligus praktisi Dislautkan DIY, memberikan edukasi pengolahan ikan barakuda dalam kegiatan Alih Teknologi Informasi (ATI) di Sambeng 3 RT 05, Poncosari, Srandakan, Bantul. (Foto: Minni Gunawan)

Ia menjelaskan, diversifikasi produk perikanan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan daya tarik konsumsi ikan di tingkat rumah tangga. Ikan yang sebelumnya hanya diolah dengan metode sederhana dapat dikembangkan menjadi makanan yang lebih modern dan memiliki daya saing, sehingga berpotensi menjangkau konsumen yang lebih luas.

Melalui kegiatan ATI tersebut, masyarakat Sambeng 3 diharapkan tidak berhenti pada kemampuan mengolah ikan untuk konsumsi keluarga. Pengetahuan yang diperoleh juga dapat dikembangkan menjadi keterampilan produksi, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal. “Kami berharap inovasi ini bisa membuat masyarakat semakin gemar makan ikan sekaligus melihat peluang usaha baru dari hasil perikanan,” ucapnya.

Warga Sambeng 3 RT 05, Poncosari, Srandakan, Bantul, antusias mengikuti praktik pengolahan ikan barakuda dalam kegiatan Alih Teknologi Informasi (ATI). (Foto: Minni Gunawan)

Pengembangan olahan barakuda tersebut pada akhirnya diharapkan mampu memperkuat potensi ekonomi keluarga di wilayah Poncosari, Srandakan. Dengan dukungan teknologi pengolahan, pendampingan, serta kreativitas masyarakat, komoditas ikan dapat memiliki nilai tambah dan menjadi produk unggulan yang mendukung pertumbuhan UMKM lokal menuju pasar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....