Doa saat Gunung Meletus Menurut Ajaran Rasulullah

  • 07 Sep 2026 16:07 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dikutip dari NU Online, dalam kitab Al-Adzkâr karya Imam An-Nawawi, terdapat sejumlah doa yang bisa diamalkan baik sebagai bentuk pencegahan maupun ketika sudah tertimpa musibah akibat erupsi.

1. Doa perlindungan harian (dianjurkan dibaca rutin, riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi)

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillâhilladzî lâ yadhurru ma'asmihî syai'un fil ardhi wa lâ fis-samâ'i, wa huwas-samî'ul 'alîm.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudarat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Doa ini berfungsi sebagai bentuk antisipasi atau doa perlindungan yang baik diamalkan setiap hari, termasuk di tengah situasi aktivitas vulkanik yang masih berlangsung seperti saat ini.

2. Doa saat tertimpa musibah akibat erupsi (riwayat Muslim, dari Ummu Salamah)

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji'ûn. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ.

Artinya: "Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah pahala kepadaku atas musibah yang menimpaku, dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik darinya."

Dalam konteks bencana gunung meletus, doa ini dapat dipahami sebagai permohonan agar dicegah dari bahaya lontaran material vulkanik, terdampak getaran, maupun terpapar panas dari material letusan, sekaligus permohonan agar tetap membawa iman jika memang ditakdirkan menemui ajal dalam musibah tersebut.

3. Doa memohon perlindungan dari reruntuhan dan bahaya jatuh (HR An-Nasa'i)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي

Allâhumma innî a'ûdzu bika minal hadmi, wa a'ûdzu bika minat-taraddî.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan, dan aku berlindung kepada-Mu dari terjatuh (dari ketinggian)."

Doa ini kerap dianjurkan sejumlah laman keislaman saat gunung berapi erupsi, mengingat kandungannya yang relevan dengan ancaman fisik akibat letusan, seperti reruntuhan material vulkanik maupun risiko kecelakaan saat proses evakuasi.

Warga diingatkan, doa sesungguhnya mencakup dua hal sekaligus yakni ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan kepada Allah dari bahaya yang mengancam, sekaligus wujud kepasrahan kepada Sang Pengendali segala bahaya.

Bagi masyarakat yang berada jauh dari lokasi erupsi, dianjurkan untuk turut mendoakan agar bencana segera berakhir dan warga terdampak diberi kekuatan serta keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....