Catat, Selasa 3 Maret Umat Islam Dianjurkan Salat Gerhana

  • 28 Feb 2026 19:44 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pada Selasa 3 Maret malam atau 14 Ramadan 1447 H mendatang, umat Islam di Indonesia akan menyaksikan fenomena alam Gerhana Bulan. Peristiwa ini menjadi momentum ibadah yang dianjurkan dalam ajaran Islam melalui pelaksanaan salat gerhana (salat khusuf).

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr H Hamim Ilyas menjelaskan, seluruh wilayah Indonesia berada dalam kawasan yang dilalui gerhana tersebut. “Karena itu, umat Islam di Indonesia dianjurkan untuk melaksanakan salat gerhana sebagai bentuk penghambaan dan zikir kepada Allah Swt,” katanya.

Hamim Ilyas menjelaskan, gerhana dalam pandangan Islam bukan pertanda musibah, bukan pula tanda kematian atau nasib buruk seseorang. Rasulullah Muhammad Saw menegaskan, gerhana adalah bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mengajak manusia kembali mengingat-Nya.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا

“Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Maka apabila kalian melihatnya, dirikanlah salat.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjadi landasan kuat bahwa gerhana seharusnya disambut dengan ibadah, bukan sekadar pengamatan.

Waktu pelaksanaan salat gerhana

Berdasarkan hasil hisab, waktu pelaksanaan salat gerhana menyesuaikan fase gerhana yang tampak di masing-masing wilayah Indonesia.

Wilayah WIB dan WITA

Gerhana sebagian telah berlangsung sejak sebelum matahari terbenam, sehingga salat gerhana dapat dilaksanakan setelah salat Magrib hingga berakhirnya gerhana:

  • WIB: sampai pukul 20.17.10
  • WITA: sampai pukul 21.17.10

Wilayah WIT

Gerhana mulai tampak setelah matahari terbenam, sehingga salat gerhana dapat dilaksanakan sejak:

  • Mulai: pukul 18.50.00 WIT
  • Berakhir: pukul 22.17.10 WIT

Rentang waktu tersebut merupakan kesempatan bagi kaum Muslimin untuk menunaikan salat gerhana, baik secara berjamaah di masjid maupun bersama keluarga apabila terdapat keterbatasan.

“Melalui momentum ini, warga Muhammadiyah dan seluruh umat Islam dihimbau untuk menghidupkan masjid dengan pelaksanaan salat gerhana secara berjamaah, mengajak keluarga dan masyarakat ikut serta dalam ibadah ini, memperbanyak zikir, doa, dan istighfar selama berlangsungnya gerhana, menjadikan fenomena alam sebagai sarana penguatan iman, bukan sekadar tontonan,” ucap dia.

Gerhana adalah pengingat bahwa alam semesta berjalan dalam ketetapan Allah. Ketika langit menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya, maka sikap terbaik seorang mukmin adalah kembali bersujud.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....