Waisak DIY Perkuat Harmoni dan Semangat Perdamaian

  • 16 Jun 2026 09:56 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pandu Dinata, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian Perayaan Waisak 2570 Buddhis Era Tahun 2026 di DIY. Apresiasi tersebut disampaikan Pandu saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp usai pelaksanaan rangkaian kegiatan Waisak.

Menurut Pandu, keberhasilan penyelenggaraan Waisak tahun ini tidak terlepas dari sinergi yang baik antara panitia, umat Buddha, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci terciptanya perayaan yang berjalan lancar, aman, dan penuh makna.

Doa yang dipanjatkan dalam keheningan Waisak menjadi pengingat akan pentingnya kedamaian, kebajikan, dan persaudaraan. (Foto: Aga)

Ia menilai dukungan yang diberikan berbagai pihak menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kehidupan beragama yang harmonis serta memperkuat semangat toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam merawat kerukunan dan stabilitas sosial di daerah.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada panitia Waisak 2026 yang telah bekerja keras menjalankan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Apresiasi juga kami sampaikan kepada Pemerintah Daerah DIY dan Pemerintah Kota Yogyakarta yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Waisak 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya.

Lantunan doa dan pesan perdamaian mengalun khidmat dalam Perayaan Waisak Sannipatta DIY 2026. (Foto: Aga)

Pandu menambahkan, perayaan Waisak tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan, kedamaian, dan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui peringatan Waisak, masyarakat diajak untuk terus menumbuhkan sikap saling menghormati dan hidup berdampingan secara harmonis.

Sementara itu, Ketua Vasakha Sananda DIY, Totok Tejamanto, menjelaskan bahwa Perayaan Waisak Tahun 2026 mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”. Tema tersebut dipilih sebagai ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kedamaian, toleransi, dan keharmonisan sosial di tengah berbagai tantangan global maupun dinamika kehidupan berbangsa.

Nyala Lilin Perdamaian menjadi simbol harapan dan kebersamaan dalam Perayaan Waisak Sannipatta DIY 2026. (Foto: Aga)

Pernyataan tersebut disampaikan Totok saat menghadiri Perayaan Waisak Sannipatta DIY 2026 yang digelar di Graha Pandawa Balai Kota Yogyakarta pada Sabtu (13/6/2026). Menurutnya, nilai-nilai Dharma yang diajarkan dalam agama Buddha memiliki relevansi kuat dalam membangun kehidupan yang damai, saling menghormati, dan penuh rasa kemanusiaan.

“Tema Dharma Menjaga Perdamaian Dunia mengingatkan kita bahwa kedamaian harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan masyarakat. Melalui nilai-nilai Dharma, kita diajak memperkuat persaudaraan dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman,” katanya.

Perayaan Waisak Sannipatta DIY 2026 berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, organisasi keagamaan Buddha, serta masyarakat dari berbagai kalangan. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan yang mempererat hubungan antarkomponen masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dan toleransi.

Melalui momentum Waisak 2570 Buddhis Era, Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY berharap semangat kedamaian, toleransi, dan kebersamaan dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Harapan tersebut sejalan dengan upaya menjaga Yogyakarta sebagai daerah yang menjunjung tinggi kerukunan umat beragama serta memperkokoh persatuan bangsa dalam bingkai keberagaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....