Peran Perpustakaan Berubah karena AI

  • 05 Agt 2026 22:09 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kepala Perpustakaan Nasional Aminudin Aziz menyampaikan tantangan, terkait kompleksnya pengelolaan perpustakaan di era Artificial Intelegence (AI). Sebab, AI merubah cara masyarakat membangun pengetahuan.

”Saat ini perpustakaan harus memastikan cara, agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” katanya, saat menyampaikan pidato kunci di acara Konferensi Perpustakaan Digital Nasional (KPDI) ke 17 di UMY, Selasa, 4 Agustus 2026.

Di tengah banjir informasi saat ini, perpustakaan harus mampu membangun kemampuan berpikir kritis. Menggunakan dukungan AI tanpa kehilangan integritas, etika, dan moral, serta menjaga fungsi perpustakaan menjadi institusi terpercaya.

”Di saat mesin mampu menghasilkan jawaban, hanya dalam hitungan detik,” katanya. ”Perkembangan AI memang membuka berbagai peluang bagi masyarakat.”

Teknologi AI mampu mempercepat pencarian informasi, merangkum dokumen dalam waktu singkat. Juga membantu penerjemahan berbagai bahasa, mendukung penelitian, hingga memperluas akses pembelajaran yang inklusif.

Namun di balik berbagai kemudahan tersebut, AI juga dapat menghasilkan informasi yang tidak akurat, bias, tidak memiliki sumber yang jelas. Bahkan sepenuhnya keliru meski disajikan dengan cara yang meyakinkan.

”Kondisi ini justru menempatkan perpustakaan, pada posisi yang semakin strategis,” ucapnya. ”Perpustakaan bisa berperan membangun kecakapan literasi informasi, digital, dan data, agar teknologi dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....