Sekolah Negeri Kekurangan Murid, ini kata Pakar
- 26 Jul 2026 20:43 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Fenomena sekolah sepi peminat mewarnai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di berbagai daerah hanya menerima satu hingga tiga siswa baru.
Bahkan, beberapa sekolah di Jawa Timur dilaporkan tidak memperoleh murid baru. Kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan yang perlu ditelaah lebih jauh, mulai dari perubahan demografi, persebaran sekolah, hingga ketimpangan mutu pendidikan.
Pada saat yang sama, kondisi berbeda terlihat di sebagian sekolah swasta dengan diferensiasi program yang kuat. Seperti sekolah Islam terpadu, sekolah alam, dan sekolah nasional plus.
Pengamat Pendidikan Nasional UMY, Endro Dwi Hatmanto justru melihat sekolah-sekolah swasta tersebut, menerima pendaftar melebihi daya tampung. Namun, sekolah swasta konvensional yang dikelola Yayasan lama harus bekerja keras mencari murid.
”Fenomena ini tidak lagi cukup dipahami sebagai akibat kurangnya promosi sekolah ataupun ketatnya persaingan antarlembaga dalam menarik calon siswa,” katanya, Minggu, 26 Juli 2026. ”Kondisi ini menjadi sinyal kuat perlunya evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan dan tata kelola pendidikan nasional.”
Menurut Endro, SPMB pada dasarnya dirancang untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan melalui empat jalur, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Namun, implementasinya di berbagai daerah masih perlu dievaluasi.
”Sehingga tidak menimbulkan konsentrasi siswa hanya pada sekolah-sekolah tertentu,” katanya. ”Empat jalur tersebut juga menjadi dasar pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027.”
Ia mencontohkan, penetapan daya tampung sekolah negeri yang terlalu besar tanpa mempertimbangkan jumlah anak usia sekolah dan keberadaan sekolah swasta. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan peserta didik di sejumlah sekolah.
”Akibatnya, sekolah lain, baik negeri maupun swasta, mengalami kekurangan siswa,” ucapnya. ”Pemerataan jangan hanya dimaknai sebagai membagi murid berdasarkan jarak.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....