Pengaruh Sanepa Terhadap Pembentukan Perilaku karakter Anak
- 20 Jul 2026 16:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pembentukan karakter dan penanaman tata krama pada siswa di era modern memerlukan pendekatan yang lebih bijak dan personal. Salah satu metode yang dinilai efektif adalah melalui penggunaan Sanepa (baca: Sanepo), bentuk ungkapan kiasan atau sindiran halus dalam bahasa Jawa.
Menurut Kepala SMP Negeri 1 Sleman, Bapak Dr. Agus Istiadi Iswara, M.Pd, dalam dialog Pendopo Pro 4 RRI Yogyakarta mengatakan karakteristik siswa saat ini sangat sensitif dan cenderung mudah tersinggung . Oleh karena itu, menegur kesalahan siswa secara langsung atau blak-blakan sering kali justru memberikan dampak negatif.
"Sanepa hadir sebagai media untuk mengubah perilaku siswa dengan cara yang halus, sehingga mereka menyadari kekeliruannya tanpa merasa disalahkan atau disakiti hatinya." Ujar Agus
Menurutnya Terdapat perbedaan yang cukup kontras antara pemahaman anak-anak zaman sekarang dengan generasi terdahulu terkait sanepa. Meskipun sanepa memiliki nilai filosofis yang sangat baik, penerapannya kerap menghadapi kendala, karena anak-anak yang menjadi sasaran sindiran halus tersebut sering kali tidak memahami maksudnya. Kondisi ini membuat penggunaan sanepa dalam kehidupan sehari-hari sudah semakin jarang ditemui. Akibatnya, ketika anak-anak mendengar ungkapan tersebut, mereka cenderung tidak merasakan maksud dari sindiran yang disampaikan.
Sementara Abdul Afif Rosidi, S.Pd., M.Pd, Guru Bahasa Jawa di SMA Negeri 1 Melati mengatakan, untuk menjembatani kesenjangan pemahaman ini, dunia pendidikan formal menurutnya perlu mengintegrasikan sanepa ke dalam materi pembelajaran di sekolah. Guru dapat memasukkan unsur sanepa ini melalui materi-materi yang berkaitan dengan sastra Jawa seperti Geguritan (puisi Jawa), Cerkak (cerita pendek Jawa), Sesorah (pidato Jawa) dan Pranatan cara (pembawa acara adat).
ia menyebut di antara materi-materi itu, cerkak dinilai sebagai media yang paling efektif. Melalui cerkak, anak-anak dapat lebih mudah memahami konteks karena cerita disampaikan menggunakan bahasa sehari-hari ( jawa ngoko) yang menarik bagi mereka, sehingga saat disisipkan ungkapan sanepa, anak-anak akan terdorong untuk bertanya mengenai artinya. Ketika anak-anak atau siswa sudah mampu memahami maksud tersirat dari sanepa, terdapat beberapa pengaruh positif yang diharapkan dapat membentuk perilaku mereka.
Menurutnya Penerapan sanepa yang berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di dalam keluarga, dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan rasa dan berbudi pekerti luhur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....