Eksplorasi Bahan Alami, Parfum Lokal Makin Diminati di Pasar Nasional

  • 16 Jul 2026 14:48 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Industri wewangian di Indonesia semakin menggeliat seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap produk lokal. Produsen parfum tanah air mulai gencar mengeksplorasi kekayaan alam Nusantara untuk menciptakan identitas aroma yang unik sekaligus mengangkat nilai budaya ke kancah yang lebih luas.

Laman IML Research menyebutkan bahwa salah satu bahan lokal yang menjadi primadona adalah minyak atsiri dari bunga melati. Aroma melati dinilai mampu memberikan kesan feminin, elegan, sekaligus menenangkan bagi para penggunanya sehingga melati sering dijadikan sebagai bahan utama (heart notes) racikan parfum.

Nilam atau patchouli asal Indonesia juga populer karena kualitasnya yang diakui dunia. Nilam memberikan aroma yang kuat, cenderung berkayu (woody), dan sedikit manis yang sangat cocok digunakan sebagai pengikat wangi (base notes).

Berdasarkan formulasi dan konsentrasinya, produk parfum lokal umumnya dibagi menjadi beberapa jenis. Eau de Parfum (EDP) menjadi jenis yang paling diminati karena memiliki ketahanan aroma yang cukup lama. Sementara itu, Eau de Toilette (EDT) dan body mist diproduksi untuk konsumen yang menyukai wewangian ringan dan segar.

Strategi pemasaran yang dilakukan oleh para produsen lokal saat ini sangat bertumpu pada kekuatan media sosial. Mereka memanfaatkan ulasan dari para pembuat konten (influencer) untuk menarik perhatian. Pendekatan digital ini terbukti efektif membangun kesadaran merek (brand awareness) secara cepat dan luas.

Selain pemasaran digital, aspek penceritaan (storytelling) mengenai asal-usul bahan juga menjadi daya tarik utama. Banyak merek lokal yang menceritakan kisah di balik proses panen melati atau nilam oleh para petani lokal. Narasi yang menyentuh ini membuat konsumen merasa bangga dan ikut berkontribusi dalam mendukung produk dalam negeri.

Distribusi produk kini juga semakin dipermudah dengan kehadiran berbagai platform belanja daring (e-commerce). Beberapa merek bahkan mulai membuka toko fisik atau gerai temporer (pop-up booth) di pusat perbelanjaan. Kombinasi strategi penjualan ini mempermudah konsumen untuk mencoba sampel wewangian secara langsung pada Kamis, 16 Juli 2026.

Melalui kombinasi bahan alami yang berkualitas dan pemasaran yang adaptif, parfum lokal kini mampu bersaing ketat dengan merek internasional. Masa depan industri wewangian lokal pun diprediksi akan semakin cerah dan terus melahirkan inovasi baru pada tahun-tahun mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....