Turunkan Angka Kekerasan Anak, WVI Dorong Perlindungan Berkelanjutan
- 08 Jul 2026 16:14 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Menyambut Hari Anak Nasional, Wahana Visi Indonesia (WVI) menyelenggarakan "Festival Kisah Inspiratif" bertajuk "Merajut Keberlanjutan, Merayakan Harapan" di Jakarta pada Kamis, 2 Juli 2026. Acara ini digelar sebagai respons nyata terhadap tantangan besar isu kesejahteraan dan perlindungan anak yang masih marak terjadi di Indonesia.
Melalui festival tersebut, WVI berupaya membagikan berbagai solusi perlindungan anak yang terbukti efektif, praktis, serta inklusif guna melawan segala bentuk kekerasan dan memastikan terpenuhinya hak dasar anak secara berkelanjutan. Urgensi dari pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada kondisi riil di lapangan, di mana angka kekerasan terhadap anak masih tergolong sangat mengkhawatirkan.
Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), sepanjang tahun 2025 lalu tercatat ada sebanyak 15.396 kasus kekerasan terhadap anak di tanah air. Dari total jumlah tersebut, kategori kekerasan seksual mendominasi dengan angka yang sangat mencolok, yakni mencapai 11.049 kasus, sehingga memerlukan penanganan serius dari seluruh lapisan masyarakat.
Guna mengatasi persoalan pelik tersebut, WVI menerapkan pendekatan terintegrasi lintas sektor yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Intervensi yang dilakukan secara konsisten oleh WVI terbukti mampu mendorong perubahan perilaku yang masif di masyarakat.
Salah satu indikator keberhasilannya adalah lonjakan signifikan pada hubungan positif dan damai antara anak dan orang tua yang semula hanya berada di angka 36,4 persen, kini berhasil meningkat tajam menjadi 50,8 persen. Tidak hanya fokus pada pendekatan sosial, WVI juga menempuh strategi struktural melalui pelembagaan kebijakan resmi di tingkat daerah, seperti di Parigi Moutong (Parimo) dan Halmahera Timur.
Keberhasilan struktural ini diperkuat oleh pertumbuhan Forum Anak desa ber-SK resmi dari 127 menjadi 235 kelompok, serta peningkatan jumlah kelompok Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dari 85 menjadi 134 kelompok pada tahun 2025. Melalui sistem ini, WVI berkomitmen untuk menciptakan ruang aman yang mandiri bagi anak-anak.
Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia Angelina Theodora, menegaskan bahwa lembaganya tidak ingin mendampingi anak secara sesaat saja, melainkan berfokus pada dampak jangka panjang. "Melalui kegiatan ini, kami membawa berbagai bukti dan kisah nyata di berbagai wilayah, seperti program Pengasuhan dengan Cinta yang sukses menurunkan proporsi remaja yang mengalami kekerasan fisik dan agresi psikologis oleh pengasuh secara drastis dari 58,47% di tahun 2022 menjadi 18,9% pada tahun 2025,” katanya.
Langkah konkret WVI ini mendapat apresiasi besar dari pihak pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Plt. Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kemen PPPA Rini Handayani mengungkapkan bahwa investasi terbaik bagi sebuah bangsa adalah membangun manusia sejak usia anak atau bahkan sejak dalam kandungan.
Menurutnya, setiap perubahan besar selalu dimulai dari praktik kecil yang dilakukan secara konsisten dan dirawat bersama-sama hingga menjelma menjadi sebuah sistem perlindungan yang kokoh di tengah masyarakat.
Sementara itu, suara dari anak-anak diwakili oleh Berry, seorang anak dampingan WVI yang aktif dalam Forum Anak Timor Tengah Selatan, NTT. Dalam pidatonya, Berry menyampaikan pesan mendalam kepada para orang tua dan pemangku kepentingan.
"Saya sering menemui bahwa ketika anak bicara, seringkali suara kami tidak didengar, malah dibully, ditindas, atau dipukul. Menjaga anak berarti memastikan suaranya didengar, karena segala ide dan cerita yang kami sampaikan merupakan ungkapan isi hati kami. Selain itu, kami membutuhkan ruang untuk bertumbuh dan belajar. Penting bagi masyarakat untuk mendukung anak-anak karena kami adalah masa depan bangsa,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....