Peran Vital Bidan dalam Menjaga Kesehatan Ibu dan Anak
- 05 Mei 2026 06:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta — Setiap tanggal 5 Mei diperingati sebagai Hari Bidan Internasional sebagai bentuk penghargaan terhadap peran penting bidan dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi di seluruh dunia. Di Indonesia, profesi bidan memiliki posisi strategis dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama di tingkat komunitas dan daerah dengan keterbatasan fasilitas medis.
Bidan tidak hanya bertugas membantu proses persalinan, tetapi juga mendampingi perempuan sejak masa kehamilan, memberikan edukasi kesehatan, hingga memastikan kondisi ibu dan bayi tetap terpantau dengan baik setelah melahirkan. Dalam banyak kasus, bidan menjadi tenaga kesehatan pertama yang diandalkan masyarakat.
Namun, di balik peran besar tersebut, kesadaran masyarakat terhadap kontribusi bidan masih perlu terus ditingkatkan. Di Bantul, salah satu warga, Aninda, menilai bahwa dukungan terhadap bidan dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak nyata.
“Kita bisa mendukung peran bidan dengan cara sederhana seperti memanfaatkan layanan bidan secara rutin, mengikuti edukasi kesehatan, dan menyebarkan informasi yang benar tentang kehamilan serta kesehatan reproduksi. Selain itu, menghargai profesi bidan dan mendukung program kesehatan ibu dan anak juga menjadi bentuk dukungan penting,” ucapnya.
Menurutnya, peran masyarakat sangat penting agar layanan kesehatan ibu dan anak dapat berjalan optimal hingga ke tingkat paling dasar. Sementara itu, Jo, warga Sleman, mengaku baru mengetahui adanya Hari Bidan Sedunia. Meski demikian, ia menilai momentum ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Saya baru tahu kalau ada Hari Bidan Sedunia. Tapi menurut saya, ini penting supaya kita lebih sadar tentang kesehatan reproduksi dan peran tenaga medis seperti bidan, karena mereka sangat berjasa. Para bidan inilah yang membantu persalinan dengan fasilitas yang terbatas. Sampai sekarang pun perannya masih sangat dibutuhkan,” ujarnya, Selasa 5 Mey 2026.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Amar, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ia menilai bahwa kontribusi bidan sering kali kurang mendapat perhatian dari masyarakat luas.
“Selama ini kita mungkin kurang menyadari ya, kalau bidan itu punya kontribusi besar dalam kesehatan masyarakat. Seharusnya di Hari Bidan Sedunia ini, kita bisa lebih menghargai profesi mereka,” katanya.
Peringatan Hari Bidan Internasional menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali peran tenaga kesehatan, khususnya bidan, dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Selain sebagai bentuk apresiasi, momen ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan dukungan terhadap fasilitas kesehatan, kesejahteraan bidan, serta edukasi kesehatan reproduksi yang lebih luas di masyarakat.
Dengan peran yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, bidan bukan hanya tenaga kesehatan, tetapi juga pendamping setia dalam proses paling awal kehidupan manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....