Waspadai Kekerasan Berbasis Gender Online pada Anak
- 15 Jul 2026 16:18 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo – Mitra Wacana bersama Kelompok Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Pesisir Desa Banaran, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan sosialisasi bertajuk "Pencegahan Kekerasan pada Anak Berbasis Gender Online", pada Senin (13/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Warung Raos Ndeso, Desa Banaran ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para orang tua, khususnya ibu-ibu anggota P3A Pesisir, mengenai ancaman kekerasan terhadap anak di ruang digital yang kian berkembang pesat seiring kemajuan teknologi informasi.
Pertemuan diawali dengan sambutan dari Ketua P3A Pesisir, Ngatinem. Ia menegaskan bahwa agenda kali ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi rutin kelompok, melainkan juga momentum penting untuk memperkuat pemahaman orang tua mengenai perlindungan anak di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan berbagai risiko yang perlu diantisipasi bersama sejak dini.
"Melalui sosialisasi ini, kami berharap ibu-ibu mendapatkan bekal untuk mengenali bahaya di ruang digital sekaligus mampu mendampingi anak saat menggunakan teknologi," ujar Ngatinem.
Sesi sosialisasi kemudian dipandu oleh Ruly dari Mitra Wacana selaku narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang dapat menimpa anak, mulai dari perundungan siber (cyberbullying), eksploitasi, hingga penyalahgunaan data pribadi. Ruly mengingatkan bahwa peran aktif orang tua merupakan faktor utama dalam membangun lingkungan digital yang aman bagi anak.
"Anak tidak selalu berani bercerita. Kitalah yang harus membuka ruang komunikasi dengan anak. Jangan sekadar melarang mereka bermain gadget, tetapi jadilah pendamping dalam dunia digital," tutur Ruly.
Ia menambahkan, pendampingan yang konsisten akan membantu orang tua lebih cepat mengenali perubahan perilaku anak apabila mereka mengalami masalah atau trauma di dunia maya.
Selain memaparkan risiko kekerasan digital, Ruly juga menyampaikan sejumlah langkah pencegahan praktis yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga:
- Membuat kesepakatan bersama mengenai aturan waktu penggunaan gawai.
- Mendampingi anak secara langsung saat mengakses internet.
- Memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga privasi sejak usia dini.
- Menciptakan suasana rumah yang aman dan terbuka agar anak tidak ragu menyampaikan pengalaman maupun persoalan yang dihadapi di ruang digital.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para peserta aktif berbagi pengalaman pribadi, menyampaikan tanggapan, serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait pola pengasuhan di era digital (digital parenting). Diskusi juga diperkaya dengan analisis dua ilustrasi visual yang menunjukkan perbedaan dampak sikap orang tua saat menghadapi anak yang menggunakan gadget. Melalui metode ini, peserta diajak memahami pentingnya pendekatan yang komunikatif dibandingkan sekadar memberikan larangan keras.
Di penghujung kegiatan, Mitra Wacana bersama Kelompok P3A Pesisir menyatakan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan, baik secara fisik maupun berbasis daring. Kegiatan ini diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat mengenai risiko, bentuk kekerasan digital, langkah pencegahan, hingga mekanisme pelaporan. Dengan demikian, keluarga dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak, baik di kehidupan nyata maupun di ruang digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....