Kelimpahan Lebih dari Berkat Finansial

  • 28 Apr 2026 11:17 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) PRO 4 RRI Yogyakarta mempunyai program siaran batik. Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta menjadi narasumber dalam Siaran Batik/ Babakan Niti Kabecikan pada hari Minggu, 26 April 2026.

Tema yang dibahas adalah kelimpahan lebih dari berkat finansial. Penyuluh Agama Katolik dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Yogyakarta membahas ayat alkitab Yohanes 10 : 1- 10 gembala yang baik.

Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta Arnoldus Suluh mengatakan dalam hidup yang berkurang adalah waktu bersama keluarga. Ia mengisahkan kisah seorang yang duduk dan menyadari ia terlalu sibuk mengejar lebih banyak. Karena kesibukannya sampai kehilangan yang paling berharga.

Arnoldus Suluh menjelaskan bahwa kisah kehidupan itu sering terjadi dalam budaya di keluarga dan kebahagiaan dalam kelimpahan. Ia merefleksikan kesibukan yang sering terjadi di masing-masing keluarga.

“Bukankah sering terjadi di kehidupan kita dan budaya keluarga kita. Kita berpikir punya lebih banyak akan lebih tenang. Lebih berhasil kita akan lebih bahagia. Namun kenyataannya rasa cukup tidak pernah datang dan mengapa,” katanya.

Di dalam bacaan alkitab Yohanes 10:8 “Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.”

Selain itu, Arnoldus Suluh menjelaskan kelimpahan tidak lebih banyak tapi lebih dalam. Dalam alkitab menceritakan Yesus mengingatkan pencuri datang untuk mencuri.

“Membunuh pencuri dalam hidup artinya kita tidak terlihat jelas di tengah kesibukan, ambisi tanpa arah. Dan sering kali kita membandingkan dengan ruang lain. Hal ini perjalanan yang mencuri damai kita,” katanya.

Tanpa sadar kita merasa kurang dan kurang meskipun sudah memiliki banyak. “Kelimpahan yang dijanjikan adalah damai di tengah kesulitan. Sukacita dan tidak tergantung keadaan dan pengharapan di tengah ketidakpastian. Kehadirannya dalam hidup kita,” ujarnya.

Di dalam bacaan alkitab mengingatkan “Akulah pintu, barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Akulah pintu artinya kelimpahan sejati tidak ditemukan artinya tidak semata-mata harta dan jabatan. Tidak juga semata mata pencapaian tetapi di dalam hubungan yang hidup bersama dengan Tuhan Yesus. Ketika dekat kita belajar merasa cukup bukan karena kita punya segalanya karena kita memiliki Tuhan Yesus,” katanya.

Arnoldus Suluh juga mengajak kepada umat beriman untuk mendapatkan berkat dalam hidup. “Mari kita berhenti sejenak dan bertanya dalam hati apakah selama ini mengejar berkat Tuhan. Dan apakah sungguh mencari Tuhan yang menjanjikan kelimpahan. Apakah aku melihat suaranya dan tenggelam dalam suara dunia. Dan ditengah yang dimiliki hati ini apakah aku sudah merasa cukup dalam Tuhan?

Lebih lanjut ia menambahkan kelimpahan sejati bukan tentang apa yang dimiliki. Artinya, milik Kristus itu tidak kekurangan apapun. Oleh sebab itu, atas kasih karunia Allah yang Maha Besar dan Maha Kuasa, yang memberikan kelimpahan kepada semua. Ia mengingatkan untuk hidup menjadi berkat bagi orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....