Pakar Ajak Anak Muda Bangun Ketahanan Finansial lewat Investasi

  • 20 Jul 2026 13:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, YOGYAKARTA – Kesadaran berinvestasi sejak usia muda dinilai menjadi langkah penting dalam membangun kondisi keuangan yang lebih stabil pada masa mendatang. Investasi jangka panjang dapat membantu masyarakat mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari dana pensiun, pendidikan anak, hingga rencana hidup lainnya secara lebih terarah.

Direktur Sarana Yogyaventura, Yuliantono, menjelaskan bahwa generasi muda perlu membangun pola pikir investasi dengan menetapkan tujuan keuangan yang jelas sejak awal. Menurutnya, investasi bukan hanya tentang mengejar keuntungan dalam waktu singkat, melainkan juga bentuk kedisiplinan dalam mengelola aset untuk mencapai kebebasan finansial pada masa depan.

"Yang paling penting dipahami adalah tujuan investasi, karakter risikonya, serta memastikan platform yang digunakan telah berizin dan diawasi OJK. Dengan begitu, generasi muda dapat membangun kebiasaan investasi yang aman dan berkelanjutan untuk masa depan," ujarnya, Senin, 20 Juli 2026.

Ia mengatakan bahwa masyarakat memiliki banyak pilihan instrumen investasi yang dapat disesuaikan dengan kemampuan, kebutuhan, serta tingkat risiko masing-masing. Beberapa pilihan tersebut antara lain emas, reksa dana, surat berharga negara, saham, deposito, hingga investasi properti bagi masyarakat dengan kemampuan modal yang lebih besar.

Menurut Yuliantono, reksa dana dan surat berharga negara menjadi pilihan menarik bagi investor pemula karena dapat dimulai dengan modal relatif terjangkau. Bahkan, masyarakat dapat mulai berinvestasi melalui produk tersebut dengan nominal sekitar seratus ribu rupiah sehingga lebih mudah diakses oleh pelajar maupun mahasiswa.

Selain memahami pilihan instrumen, calon investor perlu mengenali karakter risiko dari setiap produk investasi sebelum menanamkan dana. Masyarakat juga harus memastikan platform investasi maupun manajer investasi yang digunakan telah memiliki izin dan berada dalam pengawasan resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Yuliantono mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran keuntungan tinggi tanpa memahami mekanisme serta risiko yang menyertainya. Menurutnya, literasi keuangan menjadi bekal penting agar investor mampu mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan rasional, bukan sekadar mengikuti tren.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai berbagai instrumen investasi melalui platform resmi dan terpercaya. Dengan perencanaan matang serta kebiasaan berinvestasi secara disiplin, generasi muda diharapkan mampu membangun ketahanan finansial yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan ekonomi pada masa depan. (Gilang Kinantyo)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....