Ibadah dalam rangka HUT ke-92 Gereja HKTY Pugeran

  • 14 Jul 2026 12:08 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — Pujian dan syukur mewarnai perayaan Ekaristi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-92 Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Pugeran, Yogyakarta. Perayaan Ekaristi puncak syukur tersebut diselenggarakan menggunakan bahasa Indonesia dengan diiringi alunan musik gamelan Jawa yang kental dengan nuansa budaya.

Tema perayaan Ekaristi tahun ini adalah “Mbudaya Gereja Sawiji lan Nguripi”. Melalui tema tersebut, umat diajak untuk senantiasa menyatu menjadi satu hati (sawiji) di dalam Tuhan. Selain itu, umat juga diharapkan dapat menjadi sumber sukacita yang menghidupi (nguripi) sesama dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang luhur.

Misa puncak syukur Gereja HKTY Pugeran ini dipimpin secara konselebrasi oleh tujuh romo, yaitu Romo Fransiscus Xaverius Sukendar, Pr., Romo Antonius Invarien Alpha Andriyanto, Pr., Romo Stefanus Arief Gunawan, Pr., Romo Prof. Dr. Emmanuel Prawana Dhatu Martasudjita, Pr., Romo Yohanes Berchmans Heru Prakoso, S.J., Romo Yustinus Joko Wahyu Yuniarto, Pr., dan Romo F.X. Merry Christian Putra, Pr.

Pastor Kepala Paroki HKTY Pugeran, Romo Fransiscus Xaverius Sukendar, Pr., menyampaikan bahwa gereja dapat terus tumbuh dan berkembang hingga usia hampir seabad ini berkat kasih karunia Allah.

"Gereja HKTY Pugeran bertumbuh, berkembang, dan berakar dalam Tuhan Yesus, serta berbuah kasih karunia Allah. Pertumbuhan gereja kita merupakan warna dasar untuk terus berkembang. Umat dari berbagai wilayah pun mengikuti Ekaristi ini dengan sepenuh hati," ujarnya.

Keunikan perayaan kali ini terletak pada musik pengiring dan lagu puji-pujian yang menggunakan alat musik tradisional seperangkat gamelan bergaya Jawa. Para pemusik yang memainkan gamelan tersebut tampil serasi dengan mengenakan pakaian adat Jawa lengkap.

Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan ibadah misa di Gereja HKTY Pugeran berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Seluruh panitia yang terlibat mengedepankan pendekatan pengamanan yang humanis serta berfokus pada pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan pengamanan ini telah disiagakan sejak sebelum misa dimulai hingga seluruh rangkaian ibadah dan pesta rakyat selesai dilaksanakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....