Joni Endardi: Cara Berbahasa di Ruang Publik

  • 31 Mar 2026 20:46 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Keberagaman menjadi kunci utama guna memperkuat tali persaudaraan Masyarakat Indonesia yang heterogen di dalam lingkungan masyarakat. Pada kesempatan obrolan ini, Dr. Joni Endardi, S.S., M..Hum menekankan pentingnya menghargai keberagaman dengan komunikasi Bahasa yang santun sebagai kekayaan bangsa Indonesia yang harus tetap dijaga secara bersama.

Masyarakat diajak untuk selalu mengedepankan jalan tengah demi menciptakan harmoni sosial serta menghindari segala bentuk sikap ekstrem. Penjagaan lisan dan sikap dalam berinteraksi menjadi etika sosial penting guna mencegah perpecahan di tengah perbedaan keyakinan.

Peneliti bahasa Dr. Endardi menegaskan bahwa penggunaan bahasa bukan sekadar alat komunikasi melainkan cerminan citra diri penggunanya. Fenomena maraknya bahasa kasar di media sosial kini menjadi perhatian serius karena berisiko merusak tatanan budaya bangsa.

"Kerukunan bukan berarti kita harus sama, melainkan bagaimana kita bisa berjalan beriringan di tengah perbedaan yang ada," ujar Endardi. Pesan moral ini diharapkan mampu mendorong masyarakat agar lebih bijak menyerap informasi dan tidak mudah terprovokasi isu.

"Jika tokoh publik tidak diingatkan, masyarakat akan menganggap bahasa kasar itu lumrah dan boleh digunakan di ruang publik." Endardi memperingatkan efek imitasi yang mungkin muncul jika para pemimpin tidak memberikan contoh komunikasi yang baik.

Kesantunan berbahasa melibatkan pemahaman mendalam terhadap konteks serta siapa lawan bicara kita dalam sebuah interaksi sosial masyarakat. Penggunaan kata penghalus dalam berbagai kegiatan menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana penghormatan kepada orang lain menggunakan Bahasa yang sopan.

Masyarakat dianjurkan untuk memberikan respons edukatif terhadap ketidaksantunan di ruang publik dengan menggunakan pilihan kata lebih halus. Pendidikan literasi secara berkelanjutan menjadi solusi utama dalam membangun karakter generasi muda yang santun saat berkomunikasi digital.

Prinsip Trigatra Bangun Bahasa tetap menjadi fondasi utama bagi seluruh elemen bangsa untuk berkomunikasi secara baik dan benar. Mari kita gunakan bahasa dengan bijak agar martabat bangsa Indonesia tetap terjaga dalam pergaulan dunia secara global. (Gilang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....