Kebiasaan Baik ternyata Mampu Membentuk Cara Kerja Otak

  • 13 Jun 2026 02:48 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tindakan sederhana seperti mengucapkan terima kasih, membantu orang lain, atau meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita teman ternyata tidak hanya berdampak pada hubungan sosial. Berbagai kebiasaan positif tersebut juga diyakini dapat memengaruhi cara kerja otak sekaligus mendukung kesehatan mental seseorang dalam jangka panjang.

Psikolog Robert Puff menjelaskan bahwa otak manusia memiliki kemampuan yang disebut neuroplastisitas, yakni kemampuan otak untuk beradaptasi dan membentuk jalur saraf baru berdasarkan pengalaman yang dilakukan secara berulang. Kemampuan ini memungkinkan otak terus berkembang dan menyesuaikan diri sepanjang kehidupan seseorang.

Menurut Puff, setiap respons yang dilakukan secara konsisten akan memperkuat jalur saraf tertentu di dalam otak. Ketika seseorang terbiasa menunjukkan empati, kesabaran, kepedulian, dan sikap positif kepada orang lain, maka otak akan semakin terlatih untuk memunculkan respons serupa dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari. “Ketika perilaku positif dilakukan berulang kali, otak akan membentuk dan memperkuat jalur saraf yang mendukung perilaku tersebut. Akibatnya, sikap positif akan lebih mudah muncul secara alami,” ujarnya.

Sebaliknya, kebiasaan merespons berbagai situasi dengan kemarahan, sikap sinis, atau pola pikir negatif juga dapat memperkuat jalur saraf yang mendukung respons tersebut. Karena itu, cara seseorang memandang dan menanggapi peristiwa sehari-hari dinilai memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis dan kesejahteraan emosionalnya di masa depan.

Selain membentuk pola pikir yang lebih positif, berbuat baik kepada orang lain juga diketahui dapat membantu mengurangi tingkat stres. Saat seseorang fokus memberikan bantuan atau perhatian kepada orang lain, pikiran tidak lagi sepenuhnya terpusat pada masalah pribadi yang sedang dihadapi. Kondisi ini memberikan ruang bagi otak untuk beristirahat dari tekanan yang berkepanjangan dan membantu menciptakan perasaan yang lebih tenang.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perilaku prososial berkaitan dengan kesejahteraan psikologis yang lebih baik serta kemampuan mengelola emosi secara lebih sehat. Melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, seseorang tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, tetapi juga membantu membangun kesehatan mental dan pola kerja otak yang lebih baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....