Hari Bahasa Ibu Internasional Digelar Meriah di Balai Bahasa DIY

  • 18 Feb 2026 14:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Suasana hangat terasa di Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Ratusan pegiat bahasa dan sastra berkumpul untuk memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional. Meski peringatan resmi jatuh pada 21 Februari, acara ini digelar lebih awal dengan semangat menjaga bahasa ibu agar tetap hidup di tengah arus zaman.

Dalam sambutannya Mulyanto, S.S., M.Hum, mewakili Kepala Balai Bahasa DIY, menyebut instansinya sebagai “rumah kedua” bagi para penulis dan sastrawan. Kata-kata itu seakan menjadi pengingat bahwa bahasa ibu bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas dan ruang kebersamaan.

Acara ini semakin istimewa dengan hadirnya Prof. Dr. Suwardi Endraswara, M.Hum, yang memandu diskusi tentang masa depan bahasa dan sastra Jawa. Para sastrawan Jawa, komunitas literasi, hingga penerbit buku ikut meramaikan peringatan dengan peluncuran karya sastra, parade geguritan, dan pembacaan cerkak Jawa.

Diskusi yang berlangsung penuh antusias membahas fenomena sastra cyber di platform Wattpad, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta peluang penerbitan karya yang kini semakin terbuka. Semua itu menunjukkan bahwa bahasa ibu tidak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi dengan teknologi dan zaman.

Sebagai penutup, seluruh panitia dan peserta membacakan macapat bersama-sama. Suara yang berpadu itu bukan sekadar lantunan tradisi, melainkan simbol kebersamaan dalam menjaga warisan budaya.

Hari Bahasa Ibu Internasional di Balai Bahasa DIY tahun ini bukan hanya peringatan, melainkan perayaan identitas, kreativitas, dan harapan agar bahasa ibu tetap menjadi denyut kehidupan masyarakat. (Ajeng)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....