Perpaduan Konsep Bela Negara dengan Pemberdayaan Ekonomi
- 17 Feb 2026 10:41 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Semangat bela negara di Kabupaten Sleman kembali ditegaskan melalui aksi nyata yang memadukan penguatan ideologi dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Pada Jumat pagi, 13 Februari 2026, kawasan Ruas Jalan Candi Boko, Lapangan Pemda Sleman, bertransformasi menjadi pusat konsentrasi massa dalam gelaran Pasar Bela Negara ke-23.
Acara ini membuktikan bahwa nilai-nilai kebangsaan dapat disosialisasikan secara kreatif melalui ruang publik yang melibatkan pelaku usaha lokal dan akademisi. Kegiatan ini dibuka dengan diskusi mendalam melalui sesi talk show bertajuk "Merawat kebhinekaan, cinta tanah air, bela negara".
Diskusi tersebut menghadirkan dua pakar dari FISIPOL Universitas Negeri Yogyakarta yakni Prof. Dr. Suyato, M.Pd. selaku Ketua Departemen Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Prof. Dr. Sunarso, M.Si. selaku Kaprodi S3 di bidang yang sama. Dalam paparannya, kedua narasumber menekankan bahwa menjaga keberagaman dan mencintai tanah air adalah fondasi utama dalam menghadapi tantangan global, di mana bela negara tidak hanya dipahami secara fisik, namun juga melalui ketahanan mental dan budaya.
Aspek pengembangan UMKM menjadi ruh utama dalam acara ini melalui penyajian berbagai menu tradisional yang dikelola oleh masyarakat setempat. Kehadiran kuliner lokal ini bukan sekadar pelengkap, melainkan bentuk implementasi bela negara di bidang ekonomi, yakni dengan memberikan ruang bagi produk lokal untuk berdaulat di negeri sendiri. Para pengunjung yang hadir sejak pukul 06.30 WIB tidak hanya menikmati sajian kuliner, tetapi juga dimanjakan dengan fasilitas welcome drink gratis dan hiburan musik langsung yang menambah kehangatan suasana di lapangan Pemda.
"Bela negara, sebetulnya dimulai dari bagaimana kita bisa menjaga kerukunan keluarga, kemudian menjaga keharmonisan dengan saudara, dan orang orang terdekat dengan saling menjaga kerukunan itu merupakan bentuk dasar dari bela negara," ujar Prof. Dr. Sunarso, M.Si
Acara ini dipandu oleh Saviera Ajeng Presenter sekaligus agen moderasi beragama dikalangan generasi milenial. "Dengan gaya Bahasa kekinian pembahasan yang disampaikan narasumber sangatlah mudah dipahami oleh generasi Z, karena mereka menjabarkan bela negara dengan bahasa yang sangat ramah ditelinga kawula muda," ujar Saviera.
Di akhir pembahasan, Prof. Dr. Suyato, M.Pd menyampaikan bahwa konsep paqsar bela negara ini sangat bagus, dengan memadukan antara semangat bela negara dengan UMKM, ia berharap konsep ini bisa diboyong ke UNY dan ke daerah lainnya, agar semangat bela negara semakin banyak diikuti oleh Masyarakat Indonesia. (Ajeng)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....