UGM Dorong Eco-Agro Tourism untuk Kemandirian Jayapura
- 22 Jun 2026 12:22 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Jejak Jayapura 2026 secara resmi menginisiasi program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pengembangan pembangunan berkelanjutan berbasis eco-agro tourism di Desa Bambar dan Desa Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia serta pemantapan sarana dan prasarana yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara inklusif dan berkeadilan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Gadjah Mada dalam menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan pembangunan di wilayah pelosok. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa KKN bekerja bersama masyarakat untuk mengidentifikasi potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi berkelanjutan tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan dan budaya setempat.
Salah satu fokus utama program adalah pengembangan eco-agro tourism atau wisata berbasis ekologi dan pertanian. Konsep ini dinilai mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi desa karena menggabungkan pemanfaatan sumber daya alam dengan aktivitas wisata yang ramah lingkungan. Potensi pertanian, keindahan alam, serta kekayaan budaya di Desa Bambar dan Doyo Lama dipetakan untuk menciptakan nilai tambah yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.
Selain pengembangan sektor wisata, tim KKN juga melaksanakan berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat. Pelatihan pengelolaan UMKM, literasi digital, hingga manajemen pariwisata diberikan kepada warga agar mereka memiliki keterampilan yang memadai dalam mengelola usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi yang berkembang di desa.
Upaya tersebut diperkuat dengan pemantapan sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas masyarakat. Berbagai fasilitas umum strategis diperbaiki dan ditingkatkan guna memperluas akses warga terhadap layanan ekonomi dan sosial. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat inklusivitas bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
Koordinator Unit Mahasiswa Tim KKN-PPM UGM Jejak Jayapura, Kaleb Beltzasae Salamuk, mengatakan bahwa program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan pembangunan desa. “Fokus kami adalah memastikan bahwa setiap program yang berjalan dapat mendorong kemandirian warga dalam jangka panjang. Dengan sinergi antara pengembangan eco-agro tourism dan penguatan infrastruktur dasar, kami berharap Desa Bambar dan Doyo Lama dapat tumbuh menjadi model desa yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.
Untuk memperluas dampak program, Tim KKN-PPM UGM Jejak Jayapura 2026 juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari akademisi, media, hingga pemangku kebijakan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mengangkat praktik-praktik baik yang lahir dari masyarakat ke tingkat yang lebih luas. “Kolaborasi menjadi kunci agar inovasi dan pengalaman pembangunan di tingkat desa dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....