Meningkatkan Kemahiran Berbahasa
- 12 Feb 2026 15:03 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kemahiran berbahasa Indonesia sering kali disalahpahami hanya sebatas penguasaan teori tata bahasa atau latar belakang pendidikan. Namun, dalam perspektif komunikasi modern, mahir berbahasa adalah tentang bagaimana seseorang mampu mengolah arus informasi secara efektif. Hal ini menjadi bahasan utama dalam dialog interaktif "Kawruh" di RRI Pro 4 Yogyakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
Widyabasa Madya Balai Bahasa Provinsi DIY Mulyanto, M.Kom., mengungkapkan bahwa kemahiran berbahasa Indonesia kini dapat diukur secara akurat melalui Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka. Berbeda dengan tes konvensional, UKBI dirancang khusus untuk menguji seberapa kuat daya tangkap dan daya tahan seseorang dalam memproses bahasa. Mulyanto menjelaskan bahwa sistem ini secara cerdas menyesuaikan tingkat kesulitan soal dengan respons peserta, mulai dari tahap mengingat, memahami, menganalisis, hingga tahap tertinggi yaitu mengevaluasi.
"Mahir itu bukan berarti harus jadi dosen bahasa, karena orang awam pun bisa lebih mahir jika memiliki daya konsentrasi yang baik saat mendengarkan dan membaca," ujar Mulyanto saat menjelaskan standar kemahiran bahasa.
Mulyanto menambahkan bahwa di UKBI, peserta diuji kemampuannya dalam menyimpan informasi dan mengevaluasinya. Sebagai contoh, peserta harus mampu menangkap detail kecil seperti jadwal keberangkatan pesawat dalam sebuah dialog audio. Faktor psikologis dan kebugaran fisik sangat menentukan hasil, karena jika konsentrasi menurun, skor bisa ikut turun akibat daya ingat yang terganggu.
"UKBI Adaptif ini sangat personal karena setiap peserta akan menghadapi urutan soal yang berbeda sesuai kemampuannya," katanya.
Widyabasa Muda Balai Bahasa DIY Aji Prasetyo, S.S., menyoroti bahwa latar belakang pendidikan bahasa tidak menjamin skor tinggi jika peserta tidak fokus, terutama pada seksi mendengarkan. Ia memberikan gambaran soal jebakan dalam simulasi pengumuman di bandara yang sebenarnya mudah jika peserta memperhatikan konteks waktu secara utuh. Menurutnya, banyak peserta gagal karena hanya terpaku pada dialog tanpa memahami tujuan informasi tersebut.
"Banyak peserta hanya terpaku dengan dialognya di soal itu. Setelah dialog selesai, baru berpikir ini jawabannya apa. Kalau di UKBI, jika seperti itu pasti tidak akan bisa menjawab," ujar Aji.
Terkait teknis pelaksanaan, Aji sangat tidak menyarankan penggunaan ponsel saat ujian karena layar yang kecil memaksa peserta banyak melakukan pengguliran layar atau scroll yang membuang waktu. Ia menekankan pentingnya penggunaan perangkat yang lebih memadai demi hasil maksimal dan kenyamanan mata peserta.
"Sangat disarankan menggunakan komputer atau laptop agar satu layar penuh terlihat, jadi lebih mudah mengerjakan," kata Aji.
Selain faktor perangkat, koneksi internet minimal 15 Mbps yang stabil menjadi syarat mulal agar audio tidak terputus dan merusak konsentrasi. Karena dilakukan secara daring, UKBI memberikan fleksibilitas tinggi bagi peserta. Peserta diperbolehkan membangun suasana senyaman mungkin di rumah, bahkan diperbolehkan makan atau minum untuk menjaga stamina. Fleksibilitas ini juga terlihat dari pilihan jadwal ujian yang tersedia hingga lima kali dalam satu hari.
Eksistensi UKBI sendiri telah menempuh perjalanan panjang selama 23 tahun sejak tahun 2003 dan bertransformasi menjadi sepenuhnya daring pada tahun 2022. Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah ketidakmerataan akses internet dan beban server pusat jika jumlah peserta sangat banyak dalam satu waktu. Kendala teknis ini terus diupayakan mitigasinya agar standar kemahiran bahasa Indonesia dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menutup dialog, tim Balai Bahasa DIY mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mencoba simulasi utuh di laman resmi ukbi.kemdikbud.go.id sebelum melakukan tes resmi. Dengan UKBI, masyarakat tidak hanya diuji kepintarannya, namun dilatih untuk lebih bijaksana dalam memilih kata agar informasi tersampaikan dengan tepat dan bermartabat di ruang publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....