Manfaat Positif Memperbaiki Pakaian yang Rusak

  • 27 Jan 2026 15:26 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Memperbaiki pakaian yang rusak terbukti berdampak baik bagi lingkungan. Tidak sekadar menyebabkan pengurangan dalam konsumsi barang baru, tetapi juga berbagai dampak positif lainnya.

Hal ini terkuak dalam penelitian yang dilakukan WRAP, sebuah organisasi nirlaba internasional yang fokus pada lingkungan. Dari riset mereka, memperbaiki pakaian yang rusak bisa menyelamatkan produksi emisi gas rumah kaca.

“Memperbaiki satu kaos katun dibandingkan membeli baru, bisa menyelamatkan emisi gas rumah kaca senilai 7,5 kg karbondioksida ekuivalen atau setara dengan melakukan seterika pakaian selama 25 jam,” seperti dikutip dari laporan tersebut.

Selain itu memperbaiki jaket wool yang rusak sama dengan menyelamatkan 16 kg karbondioksida ekuivalen atau setara dengan menyalakan lampu selama 50 hari. Kemudian memperbaiki jaket waterproof yang rusak sama dengan menyelamatkan 45 kg karbondioksida ekuivalen.

Tidak hanya memperbaiki pakaian rusak, membeli baju bekas juga berdampak baik bagi lingkungan. Dengan membeli celana jeans bekas sama dengan menyelamatkan 30 kg karbondioksida ekuivalen atau setara dengan 600 gelas teh.

Memperbaiki pakaian dan membeli pakaian bekas bisa berdampak secara langsung dengan mengurangi limbah tekstil di tempat sampah. Namun, tidak hanya bagi para pembeli dan pengguna, riset ini diharapkan juga berdampak bagi para pengusaha.

Terutama bagi mereka yang menggunakan konsep bisnis penjualan kembali pakaian bekas. Juga mereka yang bergerak dalam bidang jasa perbaikan pakaian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....