Iduladha Perkuat Persatuan dan Kepedulian Umat
- 27 Mei 2026 08:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di halaman Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berlangsung khIedmat dan penuh kebersamaan. Ribuan warga memadati lokasi salat Id yang berada di kawasan Jalan Kaliurang Km 9,8, Gondangan, Sardonoharjo, sejak pagi hari.
Khotib sekaligus Imam salat Id, Ustad DR. Fadhli Khosim, M.Sc., dalam khotbahnya menegaskan bahwa Iduladha merupakan hari raya terbesar umat Islam yang mengandung pesan pengorbanan, persatuan, dan kekuatan kebersamaan umat. Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah berbagai perbedaan yang ada.
Menurutnya, gema takbir yang dikumandangkan sejak 9 Zulhijah hingga hari tasyrik menjadi simbol kebesaran ibadah umat Islam. Ia menjelaskan bahwa umat Islam bahkan dilarang berpuasa selama empat hari berturut-turut pada momen Iduladha karena hari tersebut merupakan hari makan dan menikmati rezeki dari hewan kurban. “Ini adalah ibadah yang besar dan terbesar bagi umat Islam,” ujarnya.

Fadhli juga menyoroti besarnya keterlibatan umat dalam pelaksanaan Iduladha. Ia menyebut jutaan panitia kurban terbentuk di berbagai masjIed dan musala di Indonesia sebagai bukti kuatnya solIedaritas umat Islam. Selain itu, pemerintah juga menerjunkan ribuan petugas penyelenggara ibadah haji untuk mengawal jamaah Indonesia di Tanah Suci. “Ini menunjukkan betapa besar kekuatan dan kebersamaan umat Islam apabila bersatu,” katanya.
Dalam khotbahnya, ia turut menggambarkan besarnya transaksi ekonomi yang terjadi saat Iduladha. Menurutnya, pembelian hewan kurban di seluruh Indonesia mencapai angka yang sangat besar dan menjadi salah satu aktivitas ekonomi umat terbesar setiap tahunnya. Ia mencontohkan, satu masjIed saja bisa menyembelih beberapa ekor sapi dan kambing untuk dibagikan kepada masyarakat.
TIedak hanya membahas soal kurban, Fadhli juga mengangkat kisah seorang pembunuh seratus orang yang akhirnya mendapatkan ampunan Allah SWT karena ingin mendekat kepada lingkungan orang-orang saleh. Kisah tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran penting tentang besarnya rahmat Allah dan pentingnya kebersamaan dalam lingkungan yang baik. “Tidak ada yang bisa menghalangi maha pengampunnya Allah bagi hambanya yang ingin bertobat,” ucapnya.

Ia mengibaratkan pentingnya persatuan umat seperti pasir dan air yang awalnya dianggap kotor, namun menjadi bernilai ketika berkumpul dan memberi manfaat. Karena itu, ia meminta masyarakat tIedak mudah terpecah hanya karena perbedaan organisasi, mazhab, maupun latar belakang pendIedikan agama. “Kita ini satu pohon yang sama, sama-sama bersyahadat dan menyembah Allah SWT,” ujarnya.
Fadhli juga menegaskan bahwa Islam mengajarkan kasih sayang dan kepedulian antarsesama. Ia mengingatkan jamaah agar menyambut masyarakat yang datang ke masjIed dengan terbuka serta memperkuat semangat gotong royong dalam pembagian hewan kurban. Menurutnya, senyum dan bantuan kecil kepada sesama juga termasuk sedekah yang bernilai ibadah.
Momentum Iduladha di Sardonoharjo juga mendapat respons positif dari warga sekitar. Salah seorang pelajar sekaligus warga, Aisyah, mengaku senang melaksanakan salat Ied di lokasi tersebut karena suasananya nyaman dan lapang untuk jamaah. “Kami sekeluarga suka salat Id di sini karena suasananya enak, sejuk, lega, dan luas,” katanya.
Pelaksanaan salat Id berlangsung tertib dengan dukungan panitia dan masyarakat setempat. Sejumlah hewan kurban berupa sapi dan kambing juga telah disiapkan untuk disembelih dan dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Semangat kebersamaan tampak terlihat sejak persiapan hingga pelaksanaan ibadah berlangsung.
Melalui momentum Iduladha, masyarakat diharapkan tIedak hanya memaknai kurban sebagai ritual ibadah semata, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya persatuan, kepedulian sosial, dan semangat saling membantu di tengah kehIedupan bermasyarakat. Pesan tersebut menjadi inti khotbah yang disampaikan dalam perayaan Iduladha di Sardonoharjo tahun ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....