Penyu Penjaga Ekosistem Laut, Reispirasi Ajak Masyarakat Peduli
- 24 Mei 2026 17:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID., Yogyakarta - Setiap tanggal 23 Mei, diperingati Hari Kura Kura atau Penyu Sedunia. Penyu bukan sekadar penghuni laut, tapi ia merupakan satwa tertua sebagai penjaga ekosistem laut.
Memperingati Hari Penyu Sedunia, kepedulian akan keberadaan penyu terus digaungkan oleh komunitas lingkungan. Salah satunya adalah Reispirasi, komunitas yang peduli akan keberadaan penyu di pesisir Bantul.
Deny Wijayanto Vos, founder Reispirasi, menyebutkan penyu punya manfaat krusial di ekosistem laut sebagai penjaga ekosistem pesisir dan laut, sehingga harus terus dilestarikan. ‘’Penyu berperan merawat terumbu karang dan padang lamun, sekaligus menyediakan habitat yang mendukung kelangsungan hidup satwa laut seperti ikan. Padang lamun dan terumbu karang yang terjaga memastikan ikan-ikan kecil maupun telur ikan memiliki tempat perlindungan, baik dari predator maupun gelombang laut. Sebab tanpa perlindungan tersebut, ikan-ikan kecil dapat mati kehabisan tenaga akibat harus melawan gelombang lautan,’’ katanya kepada RRI, Sabtu 23 Mei 2026
Menurutnya, tak hanya menjaga ekosistem laut, penyu juga memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Namun, kini penyu terancam punah.
‘’Apa saja di alam yang rusak dan punah atau hilang disebabkan oleh manusia dan aktivitasnya dan residu dari aktivitasnya, ya seharusnya menjadi tanggung jawab manusia juga untuk berusaha mengembalikannya atau meminimalisasi dampak yang dihasilkan,’’ ujarnya dengan tegas.
Selama 16 tahun berkarya, Komunitas Reispirasi aktif melakukan berbagai upaya pelestarian penyu melalui edukasi dan penyebaran kesadaran kepada masyarakat. Selain itu, komunitas ini juga melakukan revitalisasi habitat pesisir dengan penanaman vegetasi pantai, pembersihan sampah, hingga membantu inkubasi telur penyu yang berada di area rawan terdampak aktivitas manusia.
‘’Sebenarnya segala sesuatu dimulai dari diri sendiri gitu ya mbak misalnya pemahaman bahwa atau kesadaran untuk mulai mengurangi sampah plastik atau sampah-sampah yang lainnya kemudian bijaksana mengelola sampahnya, karena setiap sampah yang berakhir ke lautan mempunyai dampak terhadap satwa. Kematian penyu itu tertinggi karena sampah plastik dan pencemaran lingkungan lho,’’ ujarnya.
Deny juga mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan secara bersama-sama. ‘’Banyak cara bisa support finansial bisa support membantu menjadi volunteer, bisa membantu untuk menyebarkan awareness gitu, kemudian juga bisa membantu dengan memperkaya diri sendiri dengan belajar dan mengetahui lebih banyak informasi tentang fungsi dan kerusakan yang terjadi sampai pada level apa gitu,’’ ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....